Hot Posts

8/recent/ticker-posts

Lahar Semeru Meluas Hingga Gladak Perak: Ribuan Warga Mengungsi, Petugas Intensifkan Penanganan Darurat


HERO Jurnal Media — Lumajang.
Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Aliran lahar dingin yang merupakan imbas erupsi dan curah hujan tinggi di kawasan puncak kini meluas hingga mencapai Gladak Perak, sekitar 13 kilometer dari puncak gunung tertinggi di Pulau Jawa itu.

Kepala Tim Mitigasi Gunung Api Badan Geologi, Heruningtyas, mengungkapkan bahwa aliran lahar mulai terpantau sejak pukul 10.50 WIB di Kali Lanang. Hanya beberapa menit kemudian, tepat pada pukul 10.56 WIB, lahar diketahui telah menyusuri Besuk Kobokan dan mencapai area Gladak Perak.

“Lahar sudah sampai Gladak Perak,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang dikirimkan kepada Badan Geologi. Menurutnya, hujan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur kawasan gunung turut memicu peningkatan aliran lahar.

Heruningtyas menambahkan bahwa visual gunung saat ini tertutup akibat cuaca buruk, dan kondisi tersebut meningkatkan risiko terjadinya banjir lahar, guguran lava, serta awan panas. Data seismograf pun menunjukkan getaran dengan amplitudo maksimal (Amax) mencapai 35 mm, yang dikategorikan perlu diwaspadai.

Zona Berbahaya Diperluas

Badan Geologi meminta masyarakat maupun wisatawan untuk tidak beraktivitas di sektor tenggara Besuk Kobokan hingga jarak 20 kilometer dari puncak. Di luar radius tersebut, masyarakat juga diminta menjaga jarak minimal 500 meter dari tepi sungai karena aliran lahar dapat sewaktu-waktu meluas.

Selain itu, radius 8 kilometer dari kawah menjadi zona terlarang total bagi aktivitas apa pun karena risiko lontaran batu pijar dan guguran material vulkanik.

Daerah aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru, seperti Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, kini memasuki fase kewaspadaan tinggi karena berpotensi dilintasi lahar dan material vulkanik lainnya.

1.116 Pengungsi, Sebagian Sudah Kembali

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Pusdalops melaporkan bahwa 1.116 warga mengungsi ke sembilan titik, termasuk fasilitas desa, sekolah, masjid, hingga kantor kecamatan. Meskipun demikian, sebagian besar pengungsi mulai kembali ke rumah setelah wilayah mereka dinyatakan aman dari ancaman awan panas.

Sementara itu, sebanyak 187 wisatawan dan pendaki yang sebelumnya terjebak di jalur Ranu Kumbolo berhasil dievakuasi dengan selamat setelah jalur dinyatakan aman.

“Pemerintah terus memenuhi kebutuhan dasar pengungsi, mulai dari dapur umum hingga distribusi logistik dan peralatan,” ujar Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.

BNPB Kerahkan Tim, Akses Jalan Kembali Dibuka

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, memberi perhatian khusus pada peningkatan aktivitas Semeru. Menindaklanjuti arahan tersebut, Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati, turun langsung meninjau area terdampak.

Raditya memastikan bahwa pemerintah pusat akan terus mendampingi pemerintah daerah dalam penanganan darurat, terutama terkait pembersihan material debu dan lumpur, pemulihan akses, serta koordinasi logistik.

“Akses dari Lumajang menuju Malang melalui Gladak Perak sudah kembali dibuka setelah dilakukan pembersihan material vulkanik,” jelas Raditya.

Ia menegaskan bahwa situasi masih sangat dinamis dan masyarakat diminta untuk terus mengikuti pembaruan resmi dari PVMBG, BPBD, dan Pemerintah Daerah. (HJM)


#erupsi #gunungsemeru #bencananasional #bencanadaerah #beritaterbaru #beritanasional #gunungmeletus #lumajang #jawatimur

 

Posting Komentar

0 Komentar