Hot Posts

8/recent/ticker-posts

Indonesia Resmi Jadi Pendiri Organisasi AI Dunia, Perkuat Peran dalam Tata Kelola Kecerdasan Buatan Global

0 Delegasi Indonesia di Shanghai 2026

HERO JURNAL MEDIA,- JAKARTA – Indonesia resmi mencatatkan langkah-langkah penting dalam perkembangan teknologi global dengan bergabung sebagai Anggota Pendiri (Founding Member) organisasi internasional World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO) . Keikutsertaan ini menjadi momentum strategi bagi Indonesia untuk berperan aktif dalam penyusunan tata kelola kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di tingkat dunia.

Pemerintah menilai keterlibatan Indonesia sebagai negara pendiri bukan sekedar simbol diplomasi internasional, melainkan kesempatan besar untuk memastikan perkembangan AI berjalan secara inklusif, bertanggung jawab, dan memberikan manfaat bagi seluruh negara, khususnya negara berkembang.

Indonesia Berpeluang Menentukan Arah Kebijakan AI Global

Sebagai salah satu negara pendiri, Indonesia mendapat kesempatan untuk terlibat langsung dalam penyusunan kebijakan, pengembangan standar internasional, hingga pembentukan tata kelola AI yang akan menjadi acuan bagi berbagai negara.

Langkah ini dinilai penting karena perkembangan teknologi AI berlangsung sangat cepat dan membutuhkan regulasi yang mampu menjaga keseimbangan antara inovasi, keamanan, perlindungan data, serta kepentingan masyarakat.

Pemerintah juga menegaskan bahwa kerja sama internasional di bidang AI diharapkan selaras dengan target pembangunan berkelanjutan atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang dicanangkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

AI Diproyeksikan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Selain memperkuat posisi Indonesia di panggung internasional, keikutsertaan dalam WAICO juga diperkirakan akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi digital nasional.

Pemerintah memperkirakan nilai ekonomi digital Indonesia yang saat ini terus berkembang dapat mencapai sekitar US$366 miliar pada tahun 2030 . Bahkan, melalui kerja sama regional dan internasional, potensinya diproyeksikan meningkat hingga US$600 miliar .

Pertumbuhan tersebut didorong oleh semakin luasnya pemanfaatan teknologi digital, kecerdasan buatan, layanan berbasis data, komputasi awan, perdagangan elektronik, hingga transformasi digital di berbagai sektor industri.

Peran AI Semakin Penting di ASEAN

Indonesia juga mendukung aktif penguatan ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara melalui kerja sama dengan Digital Economy Framework Agreement (DEFA) yang tengah disiapkan oleh negara-negara ASEAN.

Kesepakatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi digital ASEAN secara signifikan dalam beberapa tahun mendatang, sekaligus memperkuat posisi kawasan sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi digital dunia.

Sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar di Asia Tenggara, Indonesia diproyeksikan menjadi salah satu motor utama dalam pengembangan ekosistem kawasan digital.

Indonesia Tidak Ingin Hanya Menjadi Pasar AI

Pemerintah menegaskan bahwa Indonesia tidak ingin hanya menjadi pengguna atau pasar bagi teknologi AI yang dikembangkan negara lain.

Melalui keikutsertaan sebagai pendiri WAICO, Indonesia ingin mengambil peran aktif dalam merumuskan arah perkembangan AI global, termasuk menyusun kebijakan yang mendorong pemanfaatan teknologi secara aman, etis, dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Langkah tersebut juga diharapkan dapat memperkuat ekosistem riset, inovasi, serta pengembangan talenta digital nasional agar mampu bersaing di tingkat internasional.

WAICO Dorong Pengembangan AI yang Inklusif

WAICO merupakan organisasi internasional antar-pemerintah yang bersifat independen dan fokus pada kerja sama pengembangan kecerdasan buatan untuk kepentingan sipil.

Organisasi ini mengedepankan prinsip kerja yang sama yang inklusif, terbuka, serta tidak diskriminatif, sehingga seluruh negara anggota memiliki kesempatan yang sama dalam memanfaatkan perkembangan AI untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam deklarasi pendiriannya, 30 negara ikut bergabung sebagai sekitar anggota pendiri, menunjukkan semakin besarnya perhatian dunia terhadap pentingnya kolaborasi dalam menghadapi perkembangan teknologi AI.

AI Jadi Prioritas yang Berpusat pada Manusia

Pemerintah Indonesia menekankan bahwa pengembangan kecerdasan buatan harus tetap berorientasi pada manusia ( human-centric AI ).

Artinya, setiap inovasi AI harus mendukung peningkatan kualitas hidup, memperkuat produktivitas, membuka lapangan kerja baru, serta tetap menghormati hak asasi manusia, privasi, keamanan data, dan nilai-nilai etika.

Pendekatan ini dinilai penting agar perkembangan AI tidak hanya berfokus pada kemajuan teknologi, tetapi juga memberikan manfaat yang adil dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

Momentum Menuju Indonesia sebagai Kekuatan Digital Dunia

Keikutsertaan Indonesia sebagai pendiri WAICO menjadi sinyal bahwa Indonesia dalam ekosistem teknologi global semakin diperhitungkan.

Dengan potensi ekonomi digital yang terus meningkat, jumlah pengguna internet yang besar, serta percepatan transformasi digital di berbagai sektor, Indonesia memiliki peluang untuk berkembang menjadi salah satu pusat inovasi AI di kawasan Asia bahkan dunia.

Kolaborasi internasional melalui WAICO diharapkan mampu mempercepat transfer teknologi, pengembangan sumber daya manusia, investasi di sektor kecerdasan buatan, serta memperkuat daya saing Indonesia dalam menghadapi era ekonomi digital yang semakin kompetitif.(hjm)

 

Posting Komentar

0 Komentar