Hot Posts

8/recent/ticker-posts

Pemerintah Percepat Pelebaran Jalan Daerah, Targetkan Lebar Hingga 8 Meter untuk Tingkatkan Konektivitas

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar pembangunan dan peningkatan jalan daerah tidak hanya berfokus pada perbaikan kondisi jalan, tetapi juga memperhatikan kapasitasnya. Jalan yang sebelumnya memiliki lebar sekitar tiga meter diarahkan untuk diperluas hingga mencapai sekitar delapan meter, sehingga dapat dilalui dua kendaraan roda empat secara berpapasan dengan aman dan nyaman.

HERO JURNAL MEDIA,- JAKARTA - Pemerintah terus memperkuat pembangunan infrastruktur sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi hingga ke pelosok daerah. Salah satu langkah yang kini menjadi perhatian adalah peningkatan kualitas dan pelebaran jalan daerah agar mampu mendukung kelancaran distribusi barang, mobilitas masyarakat, serta memperkuat konektivitas antarkawasan di seluruh Indonesia.

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar pembangunan dan peningkatan jalan daerah tidak hanya berfokus pada perbaikan kondisi jalan, tetapi juga memperhatikan kapasitasnya. Jalan yang sebelumnya memiliki lebar sekitar tiga meter diarahkan untuk diperluas hingga mencapai sekitar delapan meter, sehingga dapat dilalui dua kendaraan roda empat secara berpapasan dengan aman dan nyaman.

Arahan tersebut disampaikan Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, saat meresmikan sejumlah ruas jalan yang dibangun melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) Tahun Anggaran 2025 di ruas Jalan Kedungdung-Bringkoning, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026).

Menurut Dody, kebijakan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Inpres Nomor 11 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah untuk Mendukung Swasembada Pangan dan Energi. Program tersebut sekaligus menjadi bukti komitmen pemerintah dalam membangun infrastruktur yang lebih merata dan tidak lagi terpusat di wilayah tertentu.

"Melalui peningkatan konektivitas jalan daerah, pemerintah berupaya memperlancar arus barang dan manusia, menekan biaya logistik, memperkuat sentra produksi, serta membuka peluang investasi dan pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah," ujar Dody.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa keberadaan jalan daerah memiliki peran strategis sebagai urat nadi perekonomian masyarakat. Infrastruktur yang memadai diyakini mampu menekan biaya angkut hasil pertanian, perkebunan, perikanan, serta berbagai komoditas lainnya, sehingga meningkatkan daya saing produk lokal.

"Kita bertekad tidak boleh ada daerah yang tertinggal hanya karena akses yang terbatas. Kita harus menurunkan biaya logistik untuk seluruh rakyat dan perekonomian kita. Jalan yang baik adalah bagian dari strategi ketahanan kita," kata Prabowo.

Dody menambahkan, pembangunan jalan daerah yang dilakukan pemerintah juga merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dari desa. Menurutnya, infrastruktur jalan bukan sekadar sarana transportasi, melainkan instrumen penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat konektivitas nasional.

Pelaksanaan Program Inpres Jalan Daerah Tahun Anggaran 2025 mencakup penanganan jalan sepanjang 1.151 kilometer yang tersebar di 37 provinsi dengan total investasi mencapai Rp5,41 triliun.

Di Pulau Jawa, program tersebut meliputi penanganan jalan di Provinsi Jawa Barat sepanjang 50,99 kilometer, Jawa Tengah 132,62 kilometer, Daerah Istimewa Yogyakarta 13,07 kilometer, Jawa Timur 53,78 kilometer, serta Banten sepanjang 19,20 kilometer.

Sementara di Pulau Sumatera, peningkatan jalan dilakukan di sepuluh provinsi, mulai dari Aceh hingga Kepulauan Riau, dengan total panjang lebih dari 200 kilometer. Program serupa juga menjangkau Bali dan Nusa Tenggara, wilayah Kalimantan, Sulawesi, hingga kawasan timur Indonesia seperti Maluku dan Papua.

Untuk wilayah Sulawesi, penanganan jalan dilakukan di Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, dan Sulawesi Barat. Sedangkan di Papua dan Maluku, pembangunan difokuskan untuk membuka akses dan memperkuat konektivitas antarwilayah yang selama ini masih menghadapi berbagai keterbatasan.

Pemerintah berharap keberadaan ruas jalan yang dibangun melalui program Inpres Jalan Daerah dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, seperti memperlancar mobilitas orang dan barang, meningkatkan akses menuju fasilitas pendidikan dan kesehatan, memperkuat rantai distribusi hasil produksi daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan secara berkelanjutan.

Selain itu, peningkatan kualitas jalan juga diharapkan mampu menarik investasi baru di daerah dan mempercepat pemerataan pembangunan nasional. Program tersebut merupakan bagian dari visi pembangunan infrastruktur nasional yang menempatkan konektivitas sebagai salah satu penggerak utama untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan inklusif.

Dengan pelebaran jalan hingga delapan meter dan pembangunan yang menjangkau hampir seluruh provinsi di Indonesia, pemerintah optimistis konektivitas nasional akan semakin kuat dan mampu menjadi fondasi penting bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di masa mendatang.(hjm)

 

Posting Komentar

0 Komentar