Hot Posts

8/recent/ticker-posts

Ribuan Pekerja Industri Sepatu di Bandung Hadapi Ancaman Kehilangan Mata Pencaharian

HERO JURNAL MEDIA,- BANDUNG - Situasi industri padat karya kembali menghadapi tekanan serius. Ribuan pekerja di sektor manufaktur alas kaki di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, kini berada dalam ketidakpastian setelah perusahaan tempat mereka bekerja mengambil kebijakan merumahkan sebagian karyawannya. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran akan terjadinya gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang berpotensi berdampak pada kehidupan ribuan keluarga pekerja.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, mengungkapkan bahwa sekitar 4.000 karyawan PT Feng Tay Indonesia Enterprises telah dirumahkan oleh pihak perusahaan. PT Feng Tay merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang memproduksi sepatu olahraga untuk merek internasional Nike.

Menurut Said Iqbal, para pekerja yang saat ini dirumahkan belum berstatus terkena PHK. Namun demikian, kondisi tersebut dinilai menjadi sinyal adanya ancaman pengurangan tenaga kerja dalam jumlah besar apabila situasi perusahaan tidak segera membaik.

"Temuan awal menunjukkan terdapat ancaman PHK terhadap 4.000 pekerja. Saat ini mereka masih berstatus dirumahkan, tetapi potensi terjadinya PHK ke depan cukup besar," ujarnya di Jakarta, Minggu, 21 Juni 2026.

Berdasarkan hasil pendataan awal yang dilakukan KSPI, terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi kondisi operasional perusahaan. Salah satunya adalah berakhirnya kontrak produksi sepatu Nike yang selama ini dikerjakan oleh PT Feng Tay. Hingga kini, perusahaan masih menunggu kepastian mengenai pesanan baru sehingga aktivitas produksi mengalami perlambatan.

Selain itu, perubahan vendor bahan baku turut menyebabkan keterlambatan pasokan material utama. Kondisi tersebut diperparah oleh situasi geopolitik dan konflik global yang berdampak terhadap rantai distribusi serta jalur logistik internasional.

KSPI memperkirakan jumlah keseluruhan tenaga kerja di PT Feng Tay mencapai sekitar 14.000 hingga 17.000 orang. Oleh karena itu, organisasi buruh tersebut terus melakukan verifikasi untuk mengetahui kondisi sebenarnya serta mengantisipasi kemungkinan dampak yang lebih luas terhadap sektor ketenagakerjaan.

Sebagai langkah awal untuk mencari solusi, KSPI berencana melakukan kunjungan langsung ke pabrik PT Feng Tay di Kabupaten Bandung pada Senin, 22 Juni 2026. Dalam agenda tersebut, KSPI akan berkoordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Dinas Tenaga Kerja setempat, serta perwakilan serikat pekerja di lingkungan perusahaan.

Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi para pekerja yang dirumahkan, sekaligus membuka ruang dialog dengan pihak manajemen perusahaan. Selain itu, pengawasan terhadap pemenuhan hak-hak buruh juga menjadi perhatian utama agar seluruh proses berjalan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Pengamat ketenagakerjaan menilai bahwa kondisi yang dialami PT Feng Tay menjadi gambaran tantangan yang tengah dihadapi industri padat karya nasional di tengah perlambatan ekonomi global. Karena itu, diperlukan langkah strategis dari pemerintah dan pelaku industri guna menjaga keberlangsungan usaha sekaligus melindungi tenaga kerja dari ancaman kehilangan pekerjaan secara massal. (hjm)

 

Posting Komentar

0 Komentar