Hot Posts

8/recent/ticker-posts

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, Pelajar di Batam Mulai Belajar dari Rumah

o A AQI Batam Capai 154

HERO JURNAL MEDIA,- BATAM — Kondisi udara di Kota Batam yang berada pada kategori tidak sehat membuat kegiatan belajar mengajar di sejumlah jenjang pendidikan dialihkan sementara ke rumah.

Dinas Pendidikan Kota Batam menetapkan kebijakan Belajar Dari Rumah (BDR) bagi peserta didik jenjang PAUD, SD, dan SMP mulai Rabu, 16 September 2026.

Keputusan tersebut diambil sebagai langkah pencegahan untuk mengurangi risiko paparan kabut asap terhadap kesehatan anak-anak selama kualitas udara belum kembali aman.

AQI Batam Capai 154, Masuk Kategori Tidak Sehat

Berdasarkan pertimbangan Dinas Pendidikan Kota Batam, Air Quality Index (AQI) atau indeks kualitas udara di Batam tercatat mencapai 154. Angka tersebut berada dalam kategori tidak sehat sehingga diperlukan langkah antisipasi, khususnya bagi kelompok yang lebih rentan terhadap dampak polusi udara.

Kebijakan BDR dituangkan melalui Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Nomor 9 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Kegiatan Belajar Dari Rumah bagi PAUD, SD, dan SMP se-Kota Batam.

Surat edaran yang diterbitkan pada 15 September 2026 itu merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Wali Kota Batam Nomor 47 Tahun 2026 mengenai kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi kabut asap di wilayah Kota Batam.

Pelaksanaan BDR dimulai pada 16 September 2026 dan akan berlangsung hingga kondisi kualitas udara dinyatakan membaik serta aman bagi aktivitas peserta didik.

Proses Belajar Tetap Berjalan dari Rumah

Perubahan sistem pembelajaran tidak berarti kegiatan pendidikan dihentikan. Sekolah tetap berkewajiban memastikan proses belajar siswa berjalan dengan menyesuaikan metode dan materi dengan kondisi masing-masing peserta didik.

Kepala satuan pendidikan diminta menyiapkan pola pembelajaran yang dapat diterapkan dari rumah. Bahan ajar juga perlu disesuaikan dengan kemampuan serta keterbatasan akses siswa di setiap wilayah.

Selain memastikan kegiatan belajar berlangsung, sekolah harus memantau perkembangan akademik sekaligus kondisi kesehatan para peserta didik.

Aktivitas dan kehadiran siswa selama mengikuti BDR juga tetap perlu dicatat dan didokumentasikan sebagai bagian dari evaluasi pembelajaran.

Sekolah Diminta Melakukan Pemantauan Berkala

Untuk mengetahui efektivitas penerapan kebijakan tersebut, kepala sekolah diminta melakukan supervisi dan pemantauan secara rutin.

Laporan kepada Dinas Pendidikan Kota Batam nantinya mencakup pelaksanaan pembelajaran dari rumah, perkembangan kondisi kualitas udara, serta keadaan kesehatan warga sekolah.

Langkah tersebut diperlukan agar kebijakan pendidikan dapat terus disesuaikan dengan perkembangan situasi kabut asap di lapangan.

Orang Tua Punya Peran Penting

Selama pembelajaran dilakukan dari rumah, orang tua atau wali murid diharapkan ikut memastikan anak tetap mengikuti kegiatan belajar sesuai arahan sekolah.

Selain mendampingi proses belajar, keluarga juga diminta membatasi aktivitas anak di luar rumah, terutama kegiatan di ruang terbuka yang berpotensi membuat anak lebih banyak terpapar asap dan udara yang tidak sehat.

Orang tua juga dianjurkan menjaga kebersihan dan pola hidup sehat di lingkungan rumah. Anak perlu mendapat asupan air putih yang cukup dan menggunakan masker apabila harus melakukan aktivitas di luar rumah.

BDR Akan Dievaluasi Sesuai Kondisi Udara

Dinas Pendidikan Kota Batam akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Belajar Dari Rumah dengan melihat perkembangan kualitas udara.

Jika kondisi udara kembali membaik dan dinilai aman, mekanisme pembelajaran akan disesuaikan kembali, termasuk kemungkinan mengembalikan kegiatan belajar secara tatap muka.

Kebijakan tersebut menjadi langkah sementara untuk menjaga agar hak anak mendapatkan pendidikan tetap terpenuhi sekaligus mengurangi risiko kesehatan akibat kabut asap. (Ay88)

 

#KabutAsapBatam #Batam #AQIBatam #KualitasUdara #BelajarDariRumah #BDR #PendidikanBatam #PAUD #SD #SMP #BeritaBatam #InfoBatam #Pendidikan 

👁️ viewed 800