Hot Posts

8/recent/ticker-posts

Farhan Dorong Bandung Jadi Kota Berbasis Data, Ekonomi hingga Layanan Publik Jadi Fokus

0 A Farhan Dorong Bandung Jadi Kota Berbasis Data Ekonomi hingga Layanan Publik Jadi Fokus

HERO JURNAL MEDIA,- BANDUNG — Pemerintah Kota Bandung terus mendorong pola pengelolaan pemerintahan yang mengandalkan data sebagai dasar dalam menentukan kebijakan. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menilai penggunaan data penting untuk mengembangkan perekonomian sekaligus memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Farhan ketika menjadi pembicara dalam acara “Duo Great Marketeers of Bandung” yang dilanjutkan dengan Closing Speech Corporate Day The 14th Bandung Marketing Week 2026 di Holiday Inn Hotel Bandung, Kamis, 20 Agustus 2026.

Menurut Farhan, data dapat membantu pemerintah menentukan sektor yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Sejumlah bidang yang menjadi perhatian antara lain ekonomi kreatif, kuliner, pariwisata, olahraga, pendidikan, hingga transportasi.

Kuliner Menjadi Salah Satu Penggerak Ekonomi Bandung

Farhan menyoroti besarnya aktivitas ekonomi di sektor makanan dan minuman. Berdasarkan data yang dipaparkannya, kelompok usaha makanan, minuman, dan tembakau mengalami pertumbuhan sebesar 3,61 persen.

Sektor kuliner juga dinilai memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan daerah melalui penerimaan pajak.

Farhan menyebut penerimaan pajak dari restoran bahkan menjadi salah satu sumber terbesar dan berada di atas penerimaan pajak hotel.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sektor kuliner memiliki posisi strategis dalam perekonomian Kota Bandung. Pemerintah pun perlu melihat potensi tersebut sebagai bagian dari strategi pengembangan ekonomi daerah.

Bandara Husein Jadi Peluang Pariwisata dan Investasi

Selain kuliner, sektor transportasi dan pariwisata juga menjadi perhatian Pemkot Bandung. Kembali beroperasinya Bandara Internasional Husein Sastranegara dinilai dapat membuka peluang baru bagi aktivitas perdagangan, jasa, pariwisata, dan konektivitas antardaerah.

Namun, Farhan menilai pengembangan bandara tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fasilitas fisik.

Menurutnya, pengalaman penumpang sejak tiba di bandara perlu menjadi bagian dari strategi memperkuat identitas Kota Bandung.

Konsep tersebut dapat dibangun melalui berbagai unsur, seperti tampilan visual, suara, aroma, cerita, hingga kualitas pelayanan.

Dengan pendekatan itu, bandara diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai tempat keberangkatan dan kedatangan, tetapi juga mampu memberikan pengalaman yang mencerminkan karakter Bandung.

Wisata Pendidikan Dinilai Punya Potensi Besar

Potensi lain yang dinilai dapat dikembangkan adalah sektor pendidikan. Bandung memiliki sejumlah perguruan tinggi yang selama ini menjadi tujuan masyarakat dari berbagai daerah. Kondisi tersebut dinilai dapat dikembangkan menjadi bagian dari konsep wisata pendidikan.

Farhan mendorong perguruan tinggi di Bandung untuk memperkuat kolaborasi dalam mempromosikan kota tersebut sebagai salah satu tujuan pendidikan.

Dengan demikian, aktivitas pendidikan tidak hanya memberikan manfaat bagi institusi pendidikan, tetapi juga dapat menggerakkan sektor ekonomi lainnya, seperti akomodasi, kuliner, transportasi, dan usaha kreatif.

Data Wilayah Mengungkap Persoalan Sanitasi

Penggunaan data oleh Pemkot Bandung tidak hanya diarahkan untuk mencari peluang ekonomi. Data juga digunakan untuk mengidentifikasi berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat.

Farhan menyampaikan, pendataan kewilayahan telah dilakukan selama sekitar satu tahun. Data tersebut mencakup 1.597 RW dan 9.962 RT dan telah melalui proses verifikasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Salah satu persoalan yang ditemukan berkaitan dengan sanitasi rumah tangga.

Dari sekitar 600 ribu rumah yang ada di Kota Bandung, masih terdapat sekitar 27 persen rumah yang saluran toiletnya belum terhubung dengan septic tank maupun jaringan air kotor.

Sebagian saluran tersebut disebut masih mengarah langsung ke sungai.

Kondisi ini menjadi tantangan serius karena berkaitan dengan kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Cakupan Jaringan Air Masih Perlu Diperluas

Persoalan lainnya berkaitan dengan cakupan jaringan air bersih dan air kotor.

Menurut data yang disampaikan Farhan, layanan melalui jaringan PDAM baru menjangkau sekitar 38 persen wilayah Kota Bandung.

Angka tersebut menunjukkan masih adanya pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan pemerintah dalam memperluas infrastruktur dasar perkotaan.

Farhan menilai persoalan seperti sanitasi, jaringan air, dan berbagai kebutuhan dasar masyarakat memang tidak selalu menjadi topik yang menarik perhatian publik.

Namun, persoalan tersebut justru merupakan bagian penting dari pembangunan kota dalam jangka panjang.

Akademisi dan Pelaku Usaha Didorong Manfaatkan Data

Farhan berharap data yang telah dikembangkan Pemkot Bandung tidak hanya digunakan oleh pemerintah.

Akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat juga diharapkan dapat memanfaatkan data tersebut untuk melakukan kajian, menyusun inovasi, maupun mengembangkan peluang usaha.

Kolaborasi berbagai pihak dinilai penting agar kebijakan pembangunan tidak hanya berdasarkan asumsi, tetapi didukung informasi dan bukti yang terukur.

Konsep tersebut sejalan dengan pendekatan evidence-based management of the city, yaitu pengelolaan kota berdasarkan data dan bukti.

Bandung Didorong Lebih Tepat dalam Menentukan Kebijakan

Pengelolaan kota berbasis data pada akhirnya diharapkan membuat setiap kebijakan pemerintah menjadi lebih tepat sasaran.

Data mengenai ekonomi dapat digunakan untuk menentukan sektor prioritas. Data wilayah dapat membantu pemerintah menemukan persoalan masyarakat. Sementara data mengenai mobilitas, pendidikan, pariwisata, dan layanan publik dapat menjadi dasar untuk menyusun program pembangunan.

Dengan pendekatan tersebut, pembangunan Bandung diharapkan tidak hanya berorientasi pada proyek yang terlihat secara fisik, tetapi juga menyelesaikan persoalan dasar yang langsung dirasakan masyarakat.

Bagi Pemkot Bandung, kota yang maju bukan hanya kota yang memiliki aktivitas ekonomi tinggi, tetapi juga kota yang mampu menggunakan data untuk memahami kebutuhan warganya dan menerjemahkannya menjadi kebijakan yang tepat. (ay88)



#MuhammadFarhan #PemkotBandung #KotaBandung #ekonomiBandung #pariwisataBandung #datawilayahBandung #sanitasiBandung #layananpublikBandung #kabardaerah #jawabarat

👁️ viewed 800