Hot Posts

8/recent/ticker-posts
KABAR PILIHAN

Petani Bandung Disiapkan Jadi Penjaga Hutan dengan Insentif Rp2,5 Juta per Bulan

0 A Petani Penjaga Hutan Bandun G

HERO JURNAL MEDIA,-  BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan program baru yang menggabungkan penghijauan dengan peningkatan kesejahteraan petani. Dalam rencana tersebut, petani akan dilibatkan dalam penanaman dan pemeliharaan pohon di kawasan hutan dengan insentif hingga Rp2,5 juta per bulan.

Program ini disiapkan seiring rencana penataan dan pengelolaan sejumlah kawasan lahan milik PTPN dan Perhutani di Jawa Barat. Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah kawasan sekitar Gunung Wayang dan Situ Cisanti, Kabupaten Bandung.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, pengelolaan kawasan tersebut nantinya diarahkan untuk memperbaiki kondisi lingkungan melalui penanaman kembali berbagai jenis pohon yang sesuai dengan karakteristik wilayah.

Petani Dilibatkan dalam Pemulihan Lingkungan

Dalam skema yang dirancang Pemprov Jawa Barat, petani tidak hanya bertugas menanam pohon. Mereka juga akan berperan dalam menjaga tanaman agar dapat tumbuh dan bertahan dalam jangka panjang.

Dedi Mulyadi menyampaikan, untuk tahap awal terdapat rencana penghijauan pada lahan sekitar 1.000 hektare. Setiap petani diproyeksikan menangani sekitar dua hektare lahan.

Dengan pola tersebut, sekitar 500 petani dapat dilibatkan untuk menangani lahan seluas 1.000 hektare. Namun, secara keseluruhan program penghijauan yang diproyeksikan pemerintah daerah disebut dapat melibatkan hingga sekitar 4.000 petani.

Rencana pelaksanaan program tersebut diperkirakan mulai berjalan pada Desember 2026.

Insentif Rp2,5 Juta Setiap Bulan

Salah satu bagian penting dari program ini adalah pemberian insentif kepada petani yang terlibat dalam penghijauan.

Setiap petani direncanakan memperoleh pembayaran sebesar Rp2,5 juta per bulan. Jika jumlah peserta mencapai 4.000 orang, kebutuhan anggaran diperkirakan sekitar Rp10 miliar setiap bulan.

Dalam satu tahun, anggaran tersebut mencapai kurang lebih Rp120 miliar.

Dedi mengatakan, skema tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga menjadi cara agar petani memiliki peran langsung dalam menjaga kawasan lingkungan.

Selama ini, sebagian buruh tani di kawasan sentra pertanian selatan Jawa Barat masih memperoleh penghasilan harian yang relatif rendah. Kondisi tersebut menjadi salah satu persoalan ekonomi yang ingin diatasi melalui program berbasis penghijauan.

Dikaitkan dengan Perlindungan Daerah Aliran Sungai Citarum

Program penanaman pohon juga berkaitan dengan upaya menjaga kawasan hulu Sungai Citarum.

Kawasan Gunung Wayang dan Situ Cisanti merupakan bagian penting dalam sistem sumber air Citarum. Karena itu, kerusakan hutan di kawasan hulu dapat berdampak pada kondisi lingkungan dan ketersediaan air di wilayah yang lebih luas.

Dedi Mulyadi menilai biaya yang dikeluarkan untuk menjaga lingkungan perlu dilihat sebagai investasi jangka panjang. Menurutnya, anggaran untuk memberikan penghasilan kepada petani penjaga kawasan hutan perlu dibandingkan dengan biaya yang harus dikeluarkan pemerintah ketika terjadi kerusakan lingkungan dan bencana.

Salah satu persoalan yang disebut adalah tingginya sedimentasi di Sungai Citarum. Pemerintah harus mengalokasikan anggaran besar untuk pengerukan sungai, di luar biaya penanganan banjir, pemulihan lingkungan, serta perbaikan fasilitas yang rusak.

Citarum Berhubungan dengan Ekonomi Jawa Barat

Selain menjadi sumber air, kawasan Citarum juga memiliki hubungan dengan berbagai kegiatan ekonomi di Jawa Barat.

Sejumlah fasilitas pembangkit listrik tenaga air berada di sepanjang sistem Citarum, antara lain Cirata, Saguling, dan Jatiluhur. Kawasan tersebut kemudian berkaitan dengan aktivitas industri di sejumlah wilayah seperti Purwakarta, Karawang, dan Bekasi.

Karena itu, keberlanjutan sumber air menjadi bagian penting bagi keberlangsungan berbagai kegiatan ekonomi.

Dalam pandangan Dedi, kerusakan kawasan hulu tidak hanya menjadi persoalan lingkungan. Dampaknya dapat meluas ke sektor energi, pertanian, industri, hingga kehidupan masyarakat.

Jawa Barat Siapkan Penghentian Penebangan di Kawasan Rawan

Selain program penanaman pohon, Pemprov Jawa Barat juga menyiapkan kebijakan penghentian sementara penebangan di kawasan hutan yang dinilai memiliki risiko terhadap bencana.

Kebijakan tersebut diarahkan sebagai langkah pencegahan terhadap kerusakan lingkungan yang dapat meningkatkan risiko banjir maupun bencana lainnya.

Dedi menyatakan bahwa menjaga pohon yang sudah tumbuh memiliki arti penting. Menanam kembali kawasan hutan membutuhkan waktu, sementara hilangnya tutupan pohon dapat memberikan dampak terhadap kondisi tanah dan tata air.

Karena itu, upaya penghijauan akan berjalan bersama dengan perlindungan terhadap kawasan yang masih memiliki tutupan hutan.

Anggaran Pemerintah Diarahkan untuk Kesejahteraan dan Lingkungan

Dedi juga menyampaikan bahwa penggunaan APBD tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur fisik. Menurutnya, anggaran pemerintah juga dapat digunakan untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekaligus menjaga lingkungan.

Salah satu bentuknya adalah memberikan penghasilan kepada petani yang menjalankan pekerjaan penanaman dan pemeliharaan kawasan hijau.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat menciptakan dua manfaat sekaligus. Di satu sisi, masyarakat memperoleh sumber pendapatan yang lebih baik. Di sisi lain, kawasan hutan dan daerah aliran sungai mendapatkan tenaga untuk dirawat secara berkelanjutan.

Keberhasilan program nantinya tidak hanya ditentukan dari jumlah pohon yang ditanam. Pemeliharaan, tingkat kelangsungan hidup tanaman, serta kondisi kawasan setelah program berjalan juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.

Menjaga Lingkungan untuk Mengurangi Risiko Bencana

Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendorong masyarakat untuk melihat kawasan hutan sebagai bagian penting dari kehidupan sehari-hari.

Hutan memiliki fungsi menjaga tata air, mengurangi risiko erosi, mempertahankan kesuburan tanah, serta membantu menjaga ketersediaan air.

Karena itu, penghijauan perlu dilakukan bersamaan dengan perlindungan kawasan yang sudah ada.

Program insentif bagi petani menjadi salah satu pendekatan yang dirancang untuk menghubungkan kepentingan ekonomi masyarakat dengan kelestarian lingkungan.

Jika berjalan sesuai rencana, program tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat perlindungan kawasan hulu Citarum dan lingkungan Jawa Barat. (**Bdg88**)

#DediMulyadi #PetaniBandung #JawaBarat #TanamPohon #Penghijauan #Citarum #GunungWayang #SituCisanti #Lingkungan #Petani #Hutan #PemprovJabar #EkonomiPetani #Bencana #Konservasi

👁️ viewed 800