Hot Posts

8/recent/ticker-posts

Prabowo Pastikan Utang Whoosh Dibayar dari Dana Koruptor yang Dikembalikan Negara


JAKARTA - HERO Jurnal Media,- Presiden Tegaskan Uang Rakyat Harus Kembali untuk Rakyat

Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa dana hasil pengembalian dari tindak pidana korupsi akan dimanfaatkan untuk membayar utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh. Hal tersebut diungkapkan Prabowo saat meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru, di kawasan Cideng, Jakarta Pusat, pada Selasa (4/11/2025).

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memberi ruang bagi koruptor untuk kembali menikmati hasil kejahatannya. Ia berkomitmen agar uang negara yang berhasil diselamatkan benar-benar digunakan untuk kepentingan rakyat.

Duitnya ada. Duit yang tadinya dikorupsi, setelah diambil negara, saya hemat. Enggak saya kasih kesempatan lagi. Jadi saya minta bantu semua rakyat, jangan kasih ruang bagi koruptor. Uang itu akan kembali untuk kita semua, untuk rakyat,” tegas Presiden.

Pajak dan Subsidi sebagai Bentuk Kehadiran Negara

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga mengingatkan bahwa setiap rupiah yang digunakan pemerintah berasal dari rakyat — terutama melalui pajak. Oleh sebab itu, pengelolaannya harus penuh tanggung jawab.

Ia mencontohkan bagaimana negara turut hadir dalam menanggung beban transportasi publik. Berdasarkan penjelasan Menteri Perhubungan, seluruh layanan kereta api nasional saat ini mendapatkan subsidi besar dari pemerintah.

“Pemerintah menanggung sekitar 60 persen biaya kereta, sedangkan masyarakat hanya membayar 20 persen. Ini wujud nyata kehadiran negara,” ujar Prabowo.

Uang itu berasal dari rakyat—dari pajak, dari kekayaan negara. Maka kita wajib mencegah semua bentuk kebocoran,” tambahnya.

Pemerintah Siap Tanggung Jawab atas Proyek Whoosh

Menepis kekhawatiran publik mengenai pembiayaan proyek Whoosh, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia mampu melunasi utang proyek strategis tersebut. Ia bahkan menyebut pemerintah akan menanggung pembayaran secara bertahap, sekitar Rp1,2 triliun per tahun.

“Tidak usah khawatir soal Whoosh. Saya sudah pelajari, dan tidak ada masalah. Pemerintah akan tanggung jawab penuh. Kita bayar mungkin Rp1,2 triliun per tahun,” ujarnya dengan nada meyakinkan.

Perbedaan Sikap dengan Kemenkeu

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sempat menyampaikan bahwa beban utang proyek kereta cepat merupakan tanggung jawab Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terlibat, bukan langsung diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Namun, Prabowo menilai bahwa pembayaran utang menggunakan dana hasil pengembalian korupsi bukan berarti membebani APBN, melainkan mengoptimalkan aset negara yang telah kembali ke kas publik.

Dengan pendekatan tersebut, Prabowo berharap dana hasil penyelamatan korupsi bisa menjadi sumber pembiayaan yang bermanfaat dan simbol nyata dari pemerintahan yang bersih.

“Uang yang dulu dicuri, sekarang kita gunakan untuk membangun. Untuk rakyat, bukan untuk segelintir orang,” tutup Prabowo di hadapan para tamu dan jurnalis.


#Whoosh #beritaterbaru #updateberita #nasional #financial #prabowo #presiden #beritanasional

📰 Laporan Eksklusif – HERO Jurnal Media
HERO Jurnal Media terus memantau langkah pemerintah dalam memastikan dana publik benar-benar digunakan untuk kesejahteraan rakyat.

Posting Komentar

0 Komentar