Hot Posts

8/recent/ticker-posts

DPRD Jabar Dipadati Massa, Gelombang Protes Meluas ke Malang, Salatiga, dan Jakarta


HERO JURNAL MEDIA,- Aksi unjuk rasa mahasiswa kembali menggema di berbagai daerah pada Rabu (17/6/2026). Mulai dari Bandung, Malang, Salatiga hingga Jakarta, ribuan massa turun ke jalan menyuarakan beragam aspirasi terkait kebijakan pemerintah, terutama menyangkut kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga kondisi ekonomi nasional.

Di Jawa Barat, konsentrasi massa terlihat memadati kawasan Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat di Jalan Diponegoro, Kota Bandung. Aksi yang diinisiasi mahasiswa yang tergabung dalam BEM SI Jawa Barat tersebut diawali dengan longmarch dari Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat menuju kantor DPRD.

Sejak siang hari, peserta aksi yang mengenakan almamater kampus dan pakaian serba hitam mulai berkumpul sambil membawa berbagai atribut demonstrasi. Mereka menyampaikan sejumlah tuntutan yang dinilai menjadi perhatian masyarakat saat ini.

Dalam orasinya, mahasiswa mendesak pemerintah untuk menurunkan harga BBM serta menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Selain itu, mereka juga meminta evaluasi terhadap sejumlah program pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis dan berbagai kebijakan ekonomi yang dianggap membebani anggaran negara.

Tak hanya itu, massa juga menuntut perbaikan komunikasi publik pemerintah, evaluasi kinerja kabinet, penegakan hak asasi manusia, hingga peninjauan kembali sejumlah regulasi yang menjadi polemik di tengah masyarakat.

Sementara itu, aksi serupa berlangsung di Kota Malang, Jawa Timur. Ratusan mahasiswa berkumpul di depan Gedung DPRD Kota Malang sambil membawa spanduk dan poster berisi kritik terhadap kondisi sosial ekonomi yang mereka nilai semakin berat.

Dalam demonstrasi tersebut, para peserta aksi menyoroti kenaikan harga kebutuhan pokok serta efektivitas sejumlah program pemerintah. Mereka juga mempertanyakan tindak lanjut atas tuntutan yang sebelumnya telah disampaikan dalam aksi beberapa hari lalu.

Di Jakarta, suasana berbeda terlihat di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat. Massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Jakarta Timur menggelar aksi dengan agenda mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis.

Para demonstran menilai program tersebut masih dibutuhkan masyarakat dan harus terus dilanjutkan. Selain memberikan dukungan terhadap program MBG, mereka juga meminta aparat penegak hukum mengusut secara tuntas dugaan tindak pidana korupsi yang berkaitan dengan pelaksanaannya.

Aksi di ibu kota sempat berdampak pada lalu lintas sekitar lokasi. Beberapa ruas jalan mengalami penutupan sementara guna mengantisipasi kepadatan massa dan menjaga keamanan selama kegiatan berlangsung.

Gelombang protes juga terjadi di Kota Salatiga, Jawa Tengah. Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Salatiga Menggugat melakukan longmarch dari Bundaran Jam menuju Gedung DPRD Kota Salatiga sebelum menggelar aksi penyampaian pendapat.

Dalam perjalanan menuju lokasi demonstrasi, sejumlah mahasiswa mendorong sepeda motor mereka sebagai simbol protes terhadap kenaikan harga BBM yang dinilai semakin memberatkan masyarakat.

Ketegangan sempat terjadi ketika massa berupaya memasuki area gedung DPRD dan mendapat pengamanan dari aparat kepolisian. Aksi saling dorong tidak dapat dihindari sebelum situasi kembali terkendali.

Sesampainya di depan gedung dewan, mahasiswa secara bergantian menyampaikan orasi. Mereka menolak keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih yang dinilai belum memberikan dampak signifikan bagi masyarakat.

Aksi di Salatiga juga diwarnai pembakaran ban bekas sebagai simbol perlawanan terhadap kebijakan yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat. Petugas keamanan kemudian melakukan langkah pengamanan dengan menggunakan alat pemadam api ringan untuk mengendalikan kobaran api.

Koordinator aksi, Memogunawan Gea, menyampaikan bahwa mahasiswa menginginkan pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program-program yang dinilai membebani anggaran negara. Menurutnya, kebijakan yang tidak tepat sasaran berpotensi menimbulkan persoalan baru di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih menghadapi berbagai tantangan.

Demonstrasi yang berlangsung serentak di sejumlah daerah tersebut menunjukkan tingginya perhatian publik terhadap berbagai kebijakan pemerintah. Hingga Rabu sore, sejumlah aksi masih berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan di masing-masing wilayah. (hjm)

Posting Komentar

0 Komentar