Hot Posts

8/recent/ticker-posts

Istana: Motor Listrik BGN Senilai Rp1 Triliun Tetap Jadi Aset Negara

 

HERO JURNAL MEDIA, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman memastikan 21.801 unit motor listrik milik Badan Gizi Nasional (BGN) yang dibeli pada masa kepemimpinan Dadan Hindayana tetap menjadi aset negara. Pemanfaatan kendaraan tersebut nantinya akan ditentukan oleh Kepala BGN yang baru, Nanik S Deyang, atau berdasarkan keputusan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Dudung, seluruh motor listrik tersebut telah dibayar sehingga tetap tercatat sebagai aset BGN. Namun, penggunaannya masih dapat dialihkan ke program pemerintah lain yang dinilai lebih bermanfaat.

"Ya kan sudah dibayar, ini kan sudah dirakit. Nanti keputusan terserah Kepala BGN atau kalau ada keputusan Presiden dialihkan ke mana yang bermanfaat," kata Dudung di Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2026).

Sebelumnya, motor listrik tersebut direncanakan untuk mendukung operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Namun, Dudung menilai para Kepala SPPG sudah memperoleh insentif yang cukup untuk memiliki kendaraan sendiri.

Dudung mengungkapkan, pengadaan 21.801 unit motor listrik itu menelan anggaran sekitar Rp1,03 triliun. Berdasarkan temuan Kejaksaan Agung dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), anggaran tersebut diduga mengalami markup.

Hasil pemeriksaan menunjukkan sebagian motor masih dalam tahap perakitan meski pembayaran telah dilakukan. Dugaan selisih anggaran diperkirakan mencapai Rp200 miliar, sementara perhitungan BPK menyebut nilainya bisa mencapai Rp400 miliar.

"Ya ada markup. Mudah-mudahan proses hukumnya segera cepat," ujar Dudung.(hjm)

Posting Komentar

0 Komentar