Hot Posts

8/recent/ticker-posts

Rumor Dedi Mulyadi Bergabung ke PSI Mengemuka, Gerindra Jabar Pastikan KDM Tetap di Partai

0 Dedoi Mulyadi Pidato Kemenangan di Tengah Massa

HERO JURNAL MEDIA, BANDUNG — Isu mengenai kemungkinan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM meninggalkan Partai Gerindra dan bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kembali menjadi perhatian publik. Kabar tersebut ramai diperbincangkan di media sosial dalam beberapa waktu terakhir.

Namun, isu tersebut hingga kini belum memiliki kepastian. Gerindra Jawa Barat menyebut informasi mengenai perpindahan Dedi Mulyadi ke PSI masih sebatas rumor dan telah dikonfirmasi langsung kepada yang bersangkutan.

Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat, Buky Wibawa, mengungkapkan bahwa dirinya sengaja menghubungi Dedi Mulyadi untuk memastikan kebenaran kabar tersebut.

Menurut Buky, Dedi justru mengaku terkejut ketika mengetahui dirinya disebut-sebut akan meninggalkan Gerindra untuk bergabung dengan PSI.

“Kalau berdasarkan apa ya, artinya dugaan-dugaan begitu kan. Yang jelas pertama-tama saya konfirmasi ke KDM,” kata Buky saat dikonfirmasi, Senin (24/8/2026).

Dedi Mulyadi Disebut Belum Memiliki Rencana Pindah Partai

Buky mengatakan, berdasarkan komunikasi langsung melalui sambungan telepon, Dedi Mulyadi menyatakan bahwa dirinya tidak memiliki rencana untuk berpindah partai politik.

Bahkan, kata Buky, Dedi merasa heran dengan munculnya kabar yang menyebut dirinya akan bergabung dengan PSI.

“Saya sudah konfirmasi ke KDM, bahkan beliau itu terheran-heran. Jadi nggak ada dalam pikirannya, belum ada dalam pikirannya katanya,” ujar Buky.

Menurutnya, konfirmasi langsung kepada Dedi diperlukan karena Gubernur Jawa Barat tersebut hingga saat ini masih tercatat sebagai kader Partai Gerindra.

Buky juga menegaskan bahwa Dedi Mulyadi masih memiliki posisi penting di struktur partai. Mantan Bupati Purwakarta tersebut diketahui merupakan anggota Dewan Pembina DPP Partai Gerindra.

“Tadi saya telepon beliau malah terkaget-kaget tapi sambil senyum-senyum. Maksudnya, dia sendiri nggak ada dalam pikirannya, nggak ada,” kata Buky.

Ia menilai posisi Dedi sebagai bagian dari Dewan Pembina DPP Gerindra juga menunjukkan bahwa hubungan politik antara Dedi dan partai tersebut masih berjalan.

“Beliau itu salah satu anggota Dewan Pembina di DPP Partai Gerindra. Kalau pembina kan harus punya integritas yang tinggi, karena berada di level itu,” lanjutnya.

Gerindra Jabar Tegaskan KDM Masih Kader Gerindra

Buky yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Jawa Barat kembali menegaskan bahwa informasi mengenai perpindahan Dedi Mulyadi ke PSI tidak sesuai dengan hasil komunikasi yang dilakukannya.

Ia mengatakan kepastian tersebut diperoleh setelah dirinya berbicara langsung dengan Dedi Mulyadi.

“Kalau saya tadi mengonfirmasi ke KDM, iya. Pak KDM juga sebagai salah satu anggota Dewan Pembina di DPP Partai Gerindra kan juga pasti berkomunikasi dengan DPP untuk hal-hal yang urgennya,” tuturnya.

Dengan demikian, Gerindra Jawa Barat untuk sementara menilai isu kepindahan Dedi Mulyadi ke PSI belum memiliki dasar yang kuat.

PSI: Terbuka bagi Siapa Pun yang Ingin Bergabung

Di sisi lain, pihak PSI memberikan tanggapan yang lebih terbuka mengenai isu tersebut.

Mantan Ketua DPW PSI Jawa Barat sekaligus Ketua Bidang Perumahan Rakyat DPP PSI, Marshall Chandra, mengaku belum mengetahui secara pasti apakah Dedi Mulyadi benar-benar memiliki rencana untuk bergabung dengan PSI.

Meski demikian, Marshall menegaskan bahwa PSI merupakan partai yang membuka peluang bagi siapa saja untuk menjadi bagian dari partai tersebut.

“Intinya kalau di PSI itu partai yang terbuka, partai yang super terbuka. Siapapun memungkinkan untuk bergabung di PSI, termasuk KDM,” ujar Marshall.

Ia meminta publik menunggu perkembangan lebih lanjut terkait kabar tersebut. Menurutnya, belum ada informasi resmi yang dapat memastikan Dedi Mulyadi akan menjadi bagian dari PSI.

“Kalau KDM isu bergabung atau nggak, itu harus ditunggu, seperti biasa. Jadi masih rahasia itu,” katanya.

PSI Akui Tetap Berkomunikasi dengan Dedi Mulyadi

Marshall tidak menampik bahwa komunikasi antara PSI dengan Dedi Mulyadi tetap terjalin. Hubungan tersebut dinilai wajar karena PSI merupakan salah satu partai yang memberikan dukungan kepada pasangan Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan dalam Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2024.

Menurut Marshall, komunikasi politik antara kedua pihak tetap berlangsung, termasuk dalam konteks mengawal jalannya pemerintahan Jawa Barat.

“Ya pasti ada dong, kan kita juga dukung KDM waktu itu. Komunikasi ya pasti baik,” ujarnya.

Ia mengatakan PSI akan tetap menjalankan fungsi politiknya dengan memberikan apresiasi terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai baik dan menyampaikan kritik apabila terdapat kebijakan yang dianggap perlu diperbaiki.

“Kita kawal terus pemerintahannya. Kalau ada yang nggak bagus ya pasti kita kritik, kalau bagus ya udah kita mah banyak diam,” kata Marshall.

Untuk saat ini, isu mengenai kemungkinan Dedi Mulyadi bergabung dengan PSI masih menjadi perbincangan politik tanpa adanya pernyataan resmi dari Dedi yang menyatakan dirinya akan meninggalkan Gerindra.

Sementara Gerindra menegaskan KDM masih berada di dalam struktur partai, sedangkan PSI menyatakan terbuka apabila ada pihak yang ingin bergabung. Kepastian mengenai arah politik Dedi Mulyadi selanjutnya masih menunggu pernyataan resmi dari Gubernur Jawa Barat tersebut. (hjm)

👁️ viewed 800