Hot Posts

8/recent/ticker-posts

Djaka Budhi Utama, Dirjen Bea Cukai yang Disebut dalam Polemik Pergantian Purbaya

0 A Djaka Budhi Utama Bantah Pencopotan Purbaya

HERO JURNAL MEDIA,- JAKARTA – Nama Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Djaka Budhi Utama, kembali menjadi sorotan setelah pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara pada September 2026.

Pergantian tersebut memunculkan berbagai spekulasi mengenai dinamika di internal Kementerian Keuangan. Salah satu isu yang berkembang mengaitkan Djaka dengan perombakan pejabat yang dilakukan Purbaya beberapa hari sebelum dirinya digantikan.

Namun, Djaka secara terbuka membantah adanya konflik dengan Purbaya. Bantahan serupa juga disampaikan Purbaya yang menyebut pergantian Menteri Keuangan merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto.

Pergantian Purbaya Terjadi Setelah Perombakan Besar di Kemenkeu

Purbaya Yudhi Sadewa digantikan oleh Suahasil Nazara pada 14 September 2026. Serah terima jabatan kemudian berlangsung di Kementerian Keuangan pada 15 September 2026.

Beberapa hari sebelum pergantian tersebut, Purbaya melakukan rotasi terhadap ratusan pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan. Perubahan banyak menyasar Direktorat Jenderal Pajak serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Dalam keterangan setelah pergantian jabatan, Purbaya mengatakan perubahan pejabat tersebut sedikit banyak berkaitan dengan keputusan pergantian dirinya. Meski demikian, ia tidak menyebut adanya konflik pribadi dengan Djaka.

Di sisi lain, laporan Reuters menyebut adanya keberatan dari sejumlah pejabat tinggi Kementerian Keuangan terhadap rencana rotasi tersebut. Reuters, dengan mengutip sumber yang mengetahui persoalan itu, menyebut Djaka dan Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto termasuk pejabat yang keberatan.

Keterangan tersebut perlu dibedakan dari pernyataan terbuka para pihak. Djaka membantah adanya konflik dengan Purbaya, sementara Purbaya juga menyatakan tidak ada gesekan dengan bawahannya.

Djaka Budhi Utama Bantah Terlibat dalam Pencopotan Purbaya

Djaka menyampaikan bantahannya setelah menghadiri acara serah terima jabatan Menteri Keuangan.

Ia menepis isu yang menyebut adanya perselisihan dengan Purbaya yang kemudian berujung pada pergantian Menteri Keuangan.

Djaka juga menyampaikan harapan agar Kementerian Keuangan di bawah kepemimpinan Suahasil Nazara dapat menjalankan tugas dengan baik, termasuk menjaga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN.

Dengan demikian, sampai keterangan terbuka tersebut, dugaan bahwa konflik antara Djaka dan Purbaya menjadi penyebab langsung pergantian Menteri Keuangan masih merupakan bagian dari laporan dan spekulasi yang beredar, bukan kesimpulan resmi yang telah dikonfirmasi pemerintah.

Siapa Djaka Budhi Utama?

Djaka Budhi Utama merupakan mantan perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang kemudian dipercaya memimpin Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Data Kementerian Keuangan mencatat Djaka Budhi Utama menjabat sebagai Direktur Jenderal Bea dan Cukai sejak 2025. Sebelum menduduki posisi tersebut, ia pernah menjadi Sekretaris Utama Badan Intelijen Negara pada 2024 dan Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan pada tahun yang sama.

Latar belakang Djaka berasal dari dunia militer. Ia merupakan lulusan Akademi Militer dan pernah mengisi sejumlah posisi strategis dalam lingkungan TNI maupun pemerintahan.

Perjalanan karier tersebut kemudian membawanya ke Kementerian Keuangan hingga dipercaya menjadi pimpinan tertinggi di lingkungan Bea dan Cukai.

Nama Djaka Muncul dalam Perkara Blueray Cargo

Selain polemik pergantian Menteri Keuangan, nama Djaka sebelumnya juga muncul dalam perkara dugaan suap yang berkaitan dengan pengurusan impor PT Blueray Cargo.

Dalam surat dakwaan perkara tersebut, jaksa menyebut Djaka hadir dalam pertemuan antara pejabat Bea dan Cukai dengan pengusaha kargo di Jakarta pada 2025.

Perkara tersebut kemudian berkembang dalam persidangan. Pada Juli 2026, majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menyatakan Djaka menerima bagian suap sebesar Rp21 miliar dari pemilik Blueray Cargo, John Field.

Menurut pertimbangan hakim, pemberian uang tersebut berkaitan dengan upaya mempercepat proses keluarnya barang impor Blueray Cargo dari pengawasan kepabeanan.

Perkembangan ini penting karena status informasinya berbeda dengan pemberitaan ketika nama Djaka pertama kali muncul. Sebelumnya, nama Djaka diberitakan berdasarkan isi surat dakwaan. Dalam perkembangan persidangan berikutnya, hakim kemudian menyampaikan temuan terkait penerimaan uang tersebut.

Perkara Blueray Cargo Melibatkan Sejumlah Pejabat Bea Cukai

Kasus Blueray Cargo tidak hanya berkaitan dengan satu pejabat. Persidangan mengungkap dugaan pemberian uang kepada sejumlah pejabat Bea dan Cukai.

Dalam dakwaan, jaksa menguraikan adanya pertemuan dengan pihak pengusaha kargo serta pemberian uang yang dikaitkan dengan proses pengawasan impor. Nilai pemberian yang didakwakan mencapai puluhan miliar rupiah.

Kasus tersebut menjadi perhatian karena menyangkut proses pengawasan barang impor dan integritas aparat dalam menjalankan fungsi kepabeanan.

Sementara itu, ketika perkara masih berada dalam proses hukum, pihak Bea Cukai menyatakan menghormati proses persidangan dan asas praduga tak bersalah.

Hubungan Djaka dengan Prabowo Ikut Disorot

Latar belakang militer Djaka juga menjadi perhatian dalam pemberitaan mengenai pergantian Purbaya.

Reuters melaporkan bahwa Djaka merupakan mantan rekan Prabowo dari lingkungan pasukan khusus TNI. Dalam laporan yang sama, Reuters menyebut adanya keberatan terhadap perombakan pejabat di Kementerian Keuangan dan menyatakan Djaka dilaporkan menyampaikan keberatannya langsung kepada Presiden.

Namun, informasi mengenai dinamika tersebut berasal dari sumber yang dikutip Reuters. Sementara secara terbuka, Djaka membantah adanya konflik dengan Purbaya.

Karena itu, hubungan antara perombakan pejabat, keberatan sejumlah pejabat Kemenkeu, dan pergantian Purbaya perlu dilihat berdasarkan masing-masing sumber dan keterangan yang tersedia.

Suahasil Nazara Kini Memimpin Kementerian Keuangan

Setelah Purbaya tidak lagi menjabat, Presiden Prabowo menunjuk Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru.

Suahasil sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan dan memiliki pengalaman panjang di lingkungan Kementerian Keuangan. Serah terima jabatan antara Purbaya dan Suahasil berlangsung pada 15 September 2026.

Pergantian tersebut membuat perhatian publik kini beralih pada langkah Suahasil dalam menjalankan kebijakan fiskal dan mengelola APBN.

Di tengah isu yang berkembang mengenai internal Kementerian Keuangan, keterangan resmi dari para pejabat dan perkembangan proses hukum menjadi bagian penting untuk melihat persoalan ini secara lebih utuh.

Untuk saat ini, fakta yang telah dikonfirmasi adalah bahwa Purbaya telah digantikan oleh Suahasil, Djaka membantah konflik dengan Purbaya, sementara perkara Blueray Cargo telah berkembang hingga putusan pengadilan yang menyebut penerimaan Rp21 miliar oleh Djaka. Adapun hubungan langsung antara konflik internal dan pergantian Menteri Keuangan tetap perlu dibedakan antara laporan sumber dan fakta yang telah dikonfirmasi secara resmi. (Ay88)

#DjakaBudhiUtama #DirjenBeaCukai #BeaCukai #PurbayaYudhiSadewa #SuahasilNazara #KementerianKeuangan #BluerayCargo #BeritaEkonomi #BeritaNasional #APBN

 

👁️ viewed 800