Hot Posts

8/recent/ticker-posts
KABAR PILIHAN

4 Fakta Panas Jelang Indonesia Vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026, Rekor Kemenangan hingga Selisih Nilai Skuad

0 A FIFA ASEAN CUP 2026

HERO JURNAL MEDIA,-  JAKARTA - Pertandingan Timnas Indonesia melawan Malaysia pada lanjutan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi salah satu laga yang dinantikan pencinta sepak bola Asia Tenggara. Kedua tim akan saling berhadapan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026) malam WIB.

Kedua kesebelasan sama-sama mengantongi tiga poin setelah meraih kemenangan pada pertandingan pertama. Timnas Indonesia mengawali turnamen dengan menundukkan Singapura 2-0, sedangkan Malaysia meraih kemenangan 3-0 atas Bangladesh.

Hasil tersebut menempatkan Malaysia di puncak klasemen sementara Grup A karena unggul selisih gol dari Indonesia. Pertandingan kali ini pun menjadi kesempatan bagi kedua tim untuk memperkuat posisi mereka dalam persaingan menuju babak berikutnya.

Selain persaingan memperebutkan poin, laga Indonesia kontra Malaysia juga menghadirkan sejumlah catatan menarik, mulai dari rekor pertemuan kedua negara, pengalaman pelatih, hingga perbandingan nilai pasar pemain.

1. Rekor Pertemuan Indonesia dan Malaysia Berlangsung Ketat

Persaingan Indonesia dan Malaysia memiliki sejarah panjang di sepak bola internasional. Sebelum pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026, kedua negara tercatat telah bertemu sebanyak 85 kali di berbagai ajang.

Dari jumlah tersebut, Malaysia mencatatkan 34 kemenangan, sementara Indonesia mengoleksi 33 kemenangan. Sebanyak 18 pertandingan lainnya berakhir dengan hasil imbang.

Catatan tersebut memperlihatkan persaingan yang relatif berimbang antara kedua negara. Pertemuan pertama Indonesia dan Malaysia dalam catatan tersebut berlangsung pada 7 September 1958 di ajang Piala Merdeka.

Dengan selisih hanya satu kemenangan, pertandingan di SUGBK kali ini memiliki arti tersendiri. Jika berhasil meraih kemenangan, Timnas Indonesia akan menyamai jumlah kemenangan Malaysia dalam rekor pertemuan kedua tim.

2. John Herdman dan Tan Cheng Hoe Bertemu dalam Adu Strategi

Selain persaingan antarpemain, pertandingan Indonesia melawan Malaysia juga mempertemukan dua pelatih dengan pengalaman berbeda di level internasional, yakni John Herdman dan Tan Cheng Hoe.

John Herdman memiliki rekam jejak menangani tim nasional di kompetisi internasional. Salah satu pencapaian pentingnya adalah membawa Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 setelah menunggu selama 36 tahun.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan Herdman dalam membangun tim dan menghadapi persaingan di level internasional. Kini, ia menangani Timnas Indonesia dengan target membawa skuad Garuda bersaing di FIFA ASEAN Cup 2026.

Sementara itu, Tan Cheng Hoe kembali menangani Malaysia dengan status pelatih interim. Ia bukan sosok baru bagi Harimau Malaya karena pernah menjabat sebagai pelatih kepala pada periode 2018 hingga 2022.

Dalam masa kepelatihannya terdahulu, Tan Cheng Hoe dua kali membawa Malaysia mengalahkan Indonesia pada ajang Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Pertemuan kedua pelatih kali ini akan memperlihatkan pendekatan taktik yang diterapkan masing-masing tim. Strategi, pemilihan pemain, serta kemampuan membaca jalannya pertandingan berpotensi menjadi bagian penting dalam perebutan tiga poin.

3. Nilai Pasar Skuad Indonesia Tiga Kali Lipat Malaysia

Perbedaan lain yang menarik menjelang pertandingan ini terlihat dari nilai pasar pemain kedua kesebelasan. Berdasarkan data yang tercantum dalam artikel sumber, total nilai pasar skuad Timnas Indonesia mencapai 21,84 juta euro atau sekitar Rp379,53 miliar.

Sementara itu, nilai pasar seluruh pemain Malaysia tercatat sebesar 7,25 juta euro atau setara Rp126,02 miliar.

Dengan angka tersebut, nilai pasar skuad Indonesia mencapai sekitar tiga kali lipat dari total nilai pasar pemain Malaysia. Perbedaan ini memperlihatkan kesenjangan nilai pemain kedua tim berdasarkan estimasi pasar.

Dari kubu Indonesia, Kevin Diks menjadi pemain dengan nilai pasar tertinggi. Bek yang memperkuat Borussia Monchengladbach tersebut memiliki nilai pasar sebesar 5 juta euro.

Di sisi lain, Malaysia memiliki dua pemain dengan nilai pasar tertinggi, yakni Dion Cools dan Arif Aiman. Keduanya tercatat memiliki nilai pasar masing-masing sebesar 700 ribu euro.

Meski terdapat perbedaan nilai pasar yang cukup besar, angka tersebut bukan jaminan kemenangan bagi salah satu tim. Performa pemain, kekompakan tim, serta efektivitas dalam memanfaatkan peluang tetap menjadi faktor penting dalam pertandingan.

4. Persaingan Puncak Klasemen Grup A

Pertandingan Indonesia melawan Malaysia juga memiliki arti penting dalam persaingan klasemen Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Kedua tim mengawali turnamen dengan hasil positif sehingga sama-sama mengoleksi tiga poin.

Malaysia untuk sementara menempati posisi teratas berkat kemenangan tiga gol tanpa balas atas Bangladesh. Sementara itu, Indonesia berada di posisi kedua setelah mencatatkan kemenangan 2-0 atas Singapura.

Perbedaan selisih gol membuat Malaysia unggul dalam klasemen sementara. Oleh karena itu, pertandingan di SUGBK menjadi kesempatan bagi kedua tim untuk memperbaiki posisi sekaligus menjaga peluang melangkah ke babak berikutnya.

Bermain di hadapan pendukung sendiri, Indonesia akan berupaya memanfaatkan keuntungan sebagai tuan rumah. Namun, Malaysia juga memiliki modal kemenangan pada pertandingan pertama yang dapat menjadi bekal menghadapi laga tersebut.

Hasil pertandingan ini akan memengaruhi persaingan di Grup A. Karena itu, kedua kesebelasan diperkirakan berusaha memaksimalkan setiap peluang demi mendapatkan tambahan poin. (**Bo88**)

#TimnasIndonesia #IndonesiaVsMalaysia #FIFAASEANCup2026 #TimnasGaruda #HarimauMalaya #JohnHerdman #TanChengHoe #SepakBolaIndonesia #SUGBK #BeritaSepakBola

 

👁️ viewed 800