Hot Posts

8/recent/ticker-posts
KABAR PILIHAN

Prabowo Dinilai Punya Strategi Politik di Balik Besarnya Komposisi Wantimpres

0 A Breaking News Ceremonial Signingand Political Analysis

HERO JURNAL MEDIA,-  JAKARTA — Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Gede Pasek Suardika menilai susunan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tidak lepas dari perhitungan politik.

Salah satu hal yang menjadi perhatian Pasek adalah jumlah anggota Wantimpres yang mencapai 26 orang. Menurut dia, angka tersebut jauh lebih besar dibandingkan susunan lembaga serupa pada pemerintahan sebelumnya.

Pada masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Joko Widodo, jumlah anggota Wantimpres masing-masing disebut hanya sembilan orang.

Pasek menilai besarnya komposisi Wantimpres saat ini memiliki arti tersendiri. Ia berpandangan, keputusan menempatkan banyak tokoh dalam satu lembaga tentu telah melalui pertimbangan politik dan kekuasaan.

Wantimpres Berisi Beragam Latar Belakang

Pasek juga melihat Wantimpres bukan sekadar lembaga yang memberikan masukan kepada Presiden. Menurut dia, komposisi tokoh di dalamnya menunjukkan adanya pertemuan berbagai kelompok dan latar belakang politik.

Ia mengibaratkan konsep lembaga penasihat kepala negara tersebut dengan sistem penasihat kerajaan yang pernah dikenal dalam sejarah Nusantara.

Perbedaannya, kata Pasek, penasihat pada masa lalu banyak berasal dari kalangan yang memiliki pengetahuan agama, sastra dan keilmuan. Sementara dalam pemerintahan sekarang, anggota Wantimpres berasal dari berbagai profesi serta latar belakang politik.

Menurut Pasek, kondisi tersebut membuat Wantimpres menjadi salah satu bagian penting dalam membaca arah strategi politik pemerintahan Prabowo.

Dinilai sebagai Cara Mengelola Berbagai Kekuatan Politik

Pasek berpendapat, penggabungan tokoh-tokoh dengan pandangan politik berbeda dalam satu lembaga dapat menjadi cara untuk mengelola kekuatan yang sebelumnya berada di luar pemerintahan.

Ia mencontohkan keberadaan pengamat politik Rocky Gerung yang dikenal kerap menyampaikan kritik terhadap pemerintahan Jokowi. Di sisi lain, terdapat pula sejumlah tokoh yang memiliki kedekatan dengan pemerintahan sebelumnya.

Menurut Pasek, pertemuan berbagai kelompok tersebut membuat ruang gerak masing-masing tokoh berada dalam satu lingkungan yang sama dan berada di bawah kendali Presiden.

Ia bahkan menilai pola tersebut dapat menjadi instrumen untuk meredam potensi konflik atau persaingan politik tanpa harus menghilangkan keberadaan kelompok-kelompok tersebut dari lingkaran kekuasaan.

Posisi Pratikno Dinilai Memiliki Makna Politik

Pasek juga memberikan perhatian khusus terhadap penunjukan Pratikno sebagai Ketua Wantimpres.

Pratikno sebelumnya dikenal sebagai salah satu figur penting dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo. Karena itu, penempatannya sebagai Ketua Wantimpres sempat dibaca sebagai bentuk penghormatan sekaligus upaya menjaga hubungan politik dengan Jokowi.

Namun, Pasek memiliki pandangan berbeda. Menurutnya, jabatan tersebut justru dapat membuat pengaruh Pratikno dan jaringan politik yang selama ini berada di sekitar pemerintahan Jokowi menjadi lebih terbatas.

Ia membandingkan posisi Pratikno saat ini dengan jabatan sebelumnya sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK).

Pasek menilai posisi tersebut memiliki ruang yang lebih besar untuk menjalankan kebijakan sosial yang berpotensi memberikan dampak politik. Kini, jabatan tersebut ditempati Sugiono yang merupakan Sekretaris Jenderal Partai Gerindra.

Dengan perubahan itu, Pasek memperkirakan pengaruh jaringan politik Jokowi terhadap kebijakan sosial pemerintah akan semakin berkurang.

Listyo Sigit Juga Dinilai Mengalami Pergeseran Peran

Selain Pratikno, Pasek mengaitkan strategi tersebut dengan posisi mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang kini menjabat Kepala Kantor Staf Presiden (KSP).

Menurut Pasek, perpindahan jabatan tersebut memang membuat Listyo Sigit tetap berada dekat dengan pusat kekuasaan. Namun, kewenangannya berbeda jauh dibandingkan ketika memimpin institusi kepolisian.

Pasek menilai posisi KSP membuat ruang gerak Listyo Sigit sangat bergantung pada keputusan Presiden.

Ia juga mengaitkan pergantian jabatan tersebut dengan perubahan sejumlah posisi di tubuh kepolisian yang berlangsung dalam waktu singkat setelah Listyo Sigit tidak lagi menjabat Kapolri.

Dari sudut pandang Pasek, kondisi tersebut menunjukkan adanya perubahan besar terhadap jaringan kekuasaan yang sebelumnya berada di bawah kendali Listyo Sigit.

26 Anggota Wantimpres Dinilai Bisa Membatasi Konsolidasi

Pasek kemudian menghubungkan jumlah anggota Wantimpres yang mencapai 26 orang dengan kemampuan Pratikno melakukan konsolidasi politik.

Menurut dia, banyaknya anggota dengan latar belakang berbeda justru dapat membuat proses membangun kekuatan internal menjadi lebih sulit.

Dalam pandangannya, posisi Ketua Wantimpres memang terlihat strategis, tetapi kewenangannya tetap bergantung kepada Presiden.

Karena itu, Pasek menilai penempatan tokoh-tokoh yang memiliki kekuatan politik besar ke dalam jabatan tertentu di lingkungan pemerintahan tidak selalu berarti mereka memperoleh ruang kekuasaan yang semakin luas.

Sebaliknya, menurut dia, langkah tersebut dapat menjadi cara untuk menjaga agar berbagai kekuatan politik tetap berada dalam satu kendali.

Pasek Sebut Arah Kekuasaan Semakin Terpusat

Lebih jauh, Pasek melihat konfigurasi pemerintahan Prabowo sebagai tanda semakin kuatnya konsentrasi kekuasaan di sekitar Presiden.

Ia juga menilai peran Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam konfigurasi tersebut belum terlihat dominan. Menurut Pasek, posisi Gibran justru menghadapi tantangan politik tersendiri di tengah isu mengenai proses pencalonannya pada Pilpres 2024.

Pasek berpandangan, kondisi tersebut membuat Gibran perlu memiliki ruang politik sendiri agar tetap memiliki posisi kuat dalam dinamika pemerintahan.

Jejaring Politik Jokowi Dinilai Belum Hilang

Meski menilai terjadi perubahan konfigurasi kekuasaan, Pasek tidak menganggap kekuatan politik yang terbentuk selama era Jokowi dapat dengan mudah dihilangkan.

Ia menyebut pengalaman panjang Jokowi dalam kontestasi politik nasional menjadi salah satu alasan mengapa jaringan politik tersebut tetap memiliki pengaruh.

Menurut Pasek, kekuatan politik yang telah terbentuk melalui berbagai pemilihan langsung selama bertahun-tahun tidak bisa begitu saja diputus hanya melalui perubahan jabatan di pemerintahan.

Pada akhirnya, Pasek menilai konfigurasi Wantimpres, posisi Pratikno, hingga perpindahan Listyo Sigit ke KSP perlu dilihat sebagai bagian dari strategi politik yang lebih besar dalam pemerintahan Prabowo.

Pandangan tersebut merupakan analisis politik Pasek terhadap susunan kekuasaan saat ini. Perkembangan ke depan akan menunjukkan sejauh mana perubahan posisi para tokoh tersebut benar-benar memengaruhi peta politik nasional. (**Hjm88**)

#PrabowoSubianto #Wantimpres #GedePasek #Pratikno #ListyoSigit #PolitikIndonesia #PemerintahanPrabowo #Jokowi #PolitikNasional #PKN

👁️ viewed 800