Hot Posts

8/recent/ticker-posts

Hotel Sultan Akan Dibongkar, Pemerintah Siapkan Kawasan Ikon Baru Seluas 200 Hektare di Jantung Jakarta

 

HERO JURNAL MEDIA,- JAKARTA – Pemerintah bersiap melakukan transformasi besar di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah pembongkaran bangunan Hotel Sultan sebagai bagian dari penataan ulang kawasan strategis seluas sekitar 200 hektare yang ditargetkan menjadi ikon baru Indonesia berstandar internasional.

Rencana tersebut merupakan bagian dari program pengembangan kawasan yang digagas pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Kawasan yang selama ini dikenal sebagai pusat olahraga nasional itu nantinya akan didesain ulang secara menyeluruh dengan konsep yang lebih modern, terintegrasi, dan memiliki nilai ekonomi yang lebih besar.

CEO Danantara, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa penataan kawasan tidak hanya mencakup lahan eks Hotel Sultan, tetapi juga berbagai fasilitas lain di area GBK. Pemerintah ingin menghadirkan kawasan multifungsi yang mampu menjadi pusat kegiatan olahraga, bisnis, pariwisata, dan hiburan kelas dunia.

Dalam rancangan awal, kawasan tersebut akan dilengkapi berbagai fasilitas baru, mulai dari hotel modern, lapangan golf yang diperbarui, hingga area olahraga dan ruang publik yang lebih representatif. Pengembangan ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik Jakarta sebagai destinasi investasi dan pariwisata internasional.

Menurut Rosan, proyek tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan kawasan GBK berkembang menjadi simbol kemajuan Indonesia sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat.

Pemerintah menilai kawasan GBK memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi pusat aktivitas modern yang tidak hanya berfungsi sebagai arena olahraga, tetapi juga sebagai kawasan ekonomi yang mampu mendorong pertumbuhan sektor jasa, pariwisata, dan industri kreatif.

Hotel Sultan Kini Tak Lagi Beroperasi

Sementara itu, suasana di kawasan Hotel Sultan kini berubah drastis setelah proses pengosongan dan eksekusi lahan selesai dilakukan. Aktivitas yang sebelumnya ramai oleh tamu hotel, kegiatan pertemuan, dan berbagai acara kini telah berhenti sepenuhnya.

Pantauan di lokasi menunjukkan area hotel tampak lengang dengan akses yang dijaga ketat. Pintu utama hotel tertutup dan sejumlah tanda pemberitahuan telah dipasang sebagai penanda bahwa pengelolaan aset telah beralih.

Proses pengosongan dilakukan setelah Pengadilan Negeri Jakarta Pusat melaksanakan eksekusi terhadap lahan dan bangunan yang berada di kawasan tersebut. Eksekusi mencakup lahan eks Hak Guna Bangunan (HGB) yang selama ini menjadi objek sengketa dan telah memiliki dasar hukum untuk dikosongkan.

Di atas lahan tersebut berdiri sejumlah bangunan dan fasilitas, termasuk menara hotel, apartemen, ballroom, restoran, pusat kebugaran, lapangan tenis, hingga berbagai fasilitas pendukung lainnya. Seluruh area kini berada dalam proses sterilisasi sebagai tahap awal menuju pengembangan kawasan baru.

Eks Karyawan Mulai Didata

Pasca penghentian operasional hotel, sejumlah mantan karyawan mulai mendatangi posko yang disediakan Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK). Pendataan dilakukan untuk memverifikasi status kepegawaian sekaligus mengumpulkan informasi yang diperlukan terkait langkah lanjutan bagi para pekerja terdampak.

Proses registrasi berlangsung secara tertib dengan pendampingan petugas. Para eks karyawan diminta mengisi formulir dan melengkapi dokumen sebagai bagian dari proses administrasi yang sedang berjalan.

Menuju Wajah Baru Kawasan GBK

Transformasi kawasan GBK menjadi proyek strategis yang diproyeksikan berlangsung dalam beberapa tahap. Selain menghadirkan fasilitas yang lebih modern, pemerintah juga menargetkan kawasan ini mampu menjadi pusat aktivitas berskala internasional yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Dengan luas mencapai sekitar 200 hektare, pengembangan kawasan ini menjadi salah satu proyek penataan kawasan perkotaan terbesar yang pernah dilakukan di Jakarta dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah berharap wajah baru GBK nantinya tidak hanya menjadi kebanggaan nasional, tetapi juga mampu bersaing dengan kawasan terpadu kelas dunia di berbagai negara.(hjm)


Posting Komentar

0 Komentar