Hot Posts

8/recent/ticker-posts

Cak Imin Soroti Kinerja PBNU, Minta Organisasi Dijauhkan dari Kepentingan Politik

 

HERO JURNAL MEDIA,- JAKARTA - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, menyampaikan kritik terhadap kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) saat ini. Menurutnya, kepemimpinan PBNU periode sekarang mengalami banyak kemunduran dibandingkan periode-periode sebelumnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Cak Imin di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (22/6/2026). Ia mengaku berbicara sebagai kader Nahdlatul Ulama yang memiliki tanggung jawab moral untuk ikut memperbaiki organisasi tersebut, bukan dalam kapasitasnya sebagai politikus.

Cak Imin menilai kondisi PBNU saat ini menjadi perhatian banyak warga Nahdlatul Ulama di berbagai daerah. Namun, menurut dia, masih sedikit pihak yang berani menyampaikan kritik secara terbuka terhadap kepengurusan yang ada.

Ia bahkan menyebut periode kepengurusan sekarang sebagai yang paling gagal dibandingkan dengan kepengurusan PBNU pada masa-masa sebelumnya.

Selain mengkritisi kinerja organisasi, Cak Imin juga mendorong agar PBNU terbebas dari kepentingan politik praktis. Menurutnya, para politisi yang berasal dari kalangan Nahdlatul Ulama sebaiknya menyalurkan aktivitas politiknya melalui partai, sehingga PBNU dapat tetap fokus menjalankan perannya sebagai organisasi keagamaan dan sosial.

"Saya adalah kader yang ingin ikut bertanggung jawab memperbaiki organisasi ini. Salah satu formulanya adalah PBNU harus bersih dari politisi. Politisi NU silakan berkiprah di partai," ujarnya.

Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026, Cak Imin juga menyoroti dinamika yang berkembang di lingkungan NU. Melalui unggahannya di media sosial X, ia menegaskan bahwa NU bukanlah organisasi politik yang dipenuhi persaingan kekuasaan.

Menurutnya, Nahdlatul Ulama merupakan wadah yang mengedepankan persatuan dan kebersamaan melalui kekuatan budaya serta kecerdasan sosial yang dimiliki para warganya.

Cak Imin pun mengingatkan agar seluruh elemen Nahdliyin tidak membawa kepentingan politik ke dalam organisasi. Ia menegaskan bahwa NU harus tetap menjadi ruang yang sejuk, terbuka, dan bebas dari ketegangan akibat persaingan politik.

"Yang berpolitik silakan di partai saja. NU itu lesehan dan menyatu tanpa ketegangan," tulisnya.(hjm)


Posting Komentar

0 Komentar