Hot Posts

8/recent/ticker-posts

28 Agustus 2026, Jusuf Kalla dijadwalkan bertolak dari Surabaya menuju Maumere, Kabupaten Sikka

0 28 Agustus 2026 Jusuf Kalla dijadwalkan bertolak dari Surabaya menuju Maumere Kabupaten Sikka

HERO JURNAL MEDIA,- JAKARTA — Kepastian mengenai kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke wilayah terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Rabu, 26 Agustus 2026, masih belum diumumkan secara resmi. Di tengah penantian tersebut, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla justru dijadwalkan datang langsung ke sejumlah wilayah di NTT pada Jumat, 28 Agustus 2026.

Istana sebelumnya telah menyampaikan bahwa Presiden Prabowo akan meninjau langsung wilayah yang terdampak bencana gempa di NTT. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan persiapan kunjungan tersebut masih dilakukan dan Presiden akan datang dalam waktu dekat.

Namun, sampai saat ini belum ada kepastian mengenai tanggal maupun lokasi yang akan menjadi tujuan kunjungan Presiden.

Sebelumnya, sempat beredar informasi bahwa Prabowo akan mendatangi Kabupaten Nagekeo pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Rencana tersebut kemudian tidak terlaksana dan agenda Presiden kembali disesuaikan.

Dalam beberapa hari terakhir, Prabowo lebih dahulu melakukan peninjauan terhadap penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Kalimantan dan Sumatra.

Presiden kemudian berada di Kabupaten Jembrana, Bali, pada Selasa, 25 Agustus 2026. Di daerah tersebut, Prabowo menghadiri peluncuran sekaligus peletakan batu pertama program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 GWp.

Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Monumen Operasi Lintas Laut Jawa Bali, Gilimanuk, Jembrana, dan menjadi bagian dari agenda nasional untuk memperkuat kemandirian energi.

Setelah agenda di Bali, belum diketahui apakah Prabowo akan langsung melanjutkan perjalanan ke NTT atau menjalankan agenda lain terlebih dahulu.

Jusuf Kalla Dijadwalkan Tinjau Pengungsi Gempa di Maumere

Berbeda dengan agenda Presiden yang masih menunggu kepastian, Jusuf Kalla telah memiliki jadwal kunjungan ke NTT.

JK dijadwalkan melakukan perjalanan ke Jawa Timur dan NTT pada Kamis hingga Jumat, 27-28 Agustus 2026.

Pada Kamis, JK terlebih dahulu menghadiri pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Lapangan Untung Suropati, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Dari Jakarta, JK dijadwalkan berangkat melalui Bandara Halim pada pukul 15.00 WIB menuju Bandara Juanda, Surabaya. Setelah tiba sekitar pukul 16.30 WIB, perjalanan diteruskan melalui jalur darat menuju Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.

Malam harinya, JK dijadwalkan menghadiri pembukaan Muktamar NU sekitar pukul 19.00 WIB. Setelah kegiatan selesai, ia akan kembali menuju Surabaya untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan ke NTT.

Pada Jumat pagi, 28 Agustus 2026, JK dijadwalkan bertolak dari Surabaya menuju Maumere, Kabupaten Sikka.

Pesawat dijadwalkan berangkat dari Bandara Juanda sekitar pukul 07.00 WIB dan tiba di Bandara Frans Seda, Maumere, pada sekitar pukul 09.35 WITA.

Agenda utama JK di Maumere adalah meninjau lokasi pengungsian masyarakat yang terdampak gempa bumi. Kunjungan tersebut dijadwalkan berlangsung sekitar pukul 10.30 WITA.

Setelah itu, JK dijadwalkan melaksanakan salat Jumat sebelum melanjutkan perjalanan ke Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

Pesawat dari Maumere menuju Bandara Komodo dijadwalkan berangkat sekitar pukul 14.00 WITA dan tiba sekitar pukul 14.35 WITA.

Rangkaian agenda tersebut membuat kunjungan JK menjadi salah satu perhatian di tengah proses pemulihan masyarakat Flores pascagempa.

Publik Pertanyakan Kunjungan Jokowi

Selain menunggu kedatangan Presiden Prabowo, perhatian publik juga tertuju kepada mantan Presiden Joko Widodo yang hingga kini belum diketahui memiliki agenda kunjungan ke lokasi pengungsian korban gempa di Flores.

Sorotan itu muncul karena Jokowi sebelumnya baru saja melakukan kunjungan ke NTT pada akhir Juli hingga awal Agustus 2026. Dalam kunjungan tersebut, ia bertemu dengan masyarakat, tokoh adat, relawan serta sejumlah elemen masyarakat.

Jokowi bahkan mendapat penghormatan adat berupa gelar sebagai Sesepuh Raja-Raja Timor.

Kondisi tersebut kemudian membuat sebagian masyarakat mempertanyakan apakah Jokowi akan kembali datang ke NTT setelah wilayah tersebut dilanda gempa.

Apalagi, ketika masih menjabat sebagai Presiden RI, Jokowi pernah datang langsung ke NTT setelah bencana Badai Seroja pada April 2021. Badai tersebut melanda wilayah NTT pada 4-5 April dan Jokowi melakukan kunjungan beberapa hari kemudian, yakni 9 April 2021.

Namun, pihak Projo menilai ketidakhadiran Jokowi di lokasi bencana saat ini tidak dapat serta-merta dimaknai sebagai bentuk ketidakpedulian.

Sekjen Projo Freddy Alex Damanik menjelaskan bahwa posisi Jokowi saat ini sudah berbeda karena tidak lagi menjabat sebagai kepala negara. Menurut dia, tanggung jawab utama dalam penanganan bencana berada di tangan pemerintahan yang sedang berjalan.

Penanganan Bencana Tetap Menjadi Prioritas Pemerintah

Freddy juga menyampaikan bahwa pemerintah telah bergerak menangani dampak gempa sejak awal kejadian. Bantuan logistik telah dikirimkan dan sejumlah pejabat pemerintah pusat disebut telah turun ke wilayah terdampak.

Karena itu, menurut Freddy, perhatian terhadap korban bencana tidak semestinya hanya dinilai dari apakah seorang tokoh datang langsung ke lokasi atau tidak.

Ia menegaskan Jokowi telah menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa masyarakat NTT. Hubungan Jokowi dengan masyarakat di wilayah tersebut juga disebut sudah terjalin jauh sebelum bencana terjadi.

Freddy mengingatkan bahwa beberapa pekan sebelum gempa, Jokowi telah berada di NTT untuk bertemu dengan masyarakat dan melihat berbagai perkembangan pembangunan. Dalam kesempatan itu, Jokowi juga bertemu tokoh adat dan relawan serta menerima penghormatan dari masyarakat setempat.

Atas dasar itu, ia menilai kurang tepat apabila ketidakhadiran Jokowi setelah gempa langsung diterjemahkan sebagai ketidakpedulian.

Rencana Jokowi ke NTT Belum Dipastikan

Mengenai kemungkinan Jokowi mengunjungi korban gempa, Freddy memilih tidak menyampaikan informasi yang belum memiliki kepastian.

Menurutnya, apabila nantinya Jokowi memutuskan datang ke NTT, tentu kunjungan tersebut akan diterima dengan baik. Namun, selama belum ada keputusan resmi, masyarakat diminta menghormati posisi Jokowi sebagai mantan presiden yang sudah tidak memiliki kewenangan formal dalam operasi tanggap darurat.

Ia juga menekankan bahwa kepedulian terhadap korban bencana tidak hanya diwujudkan melalui kehadiran fisik. Doa, komunikasi, dukungan moral maupun bantuan juga dapat menjadi bentuk perhatian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

Di tengah kondisi masyarakat yang masih membutuhkan bantuan dan pemulihan, Freddy meminta persoalan kunjungan tokoh politik tidak berkembang menjadi perdebatan yang justru menggeser perhatian dari kebutuhan para korban.

Menurut dia, yang paling penting saat ini adalah memastikan masyarakat terdampak gempa memperoleh bantuan, perlindungan dan dukungan untuk kembali menjalani kehidupan mereka.

Dengan demikian, perhatian publik kini tertuju pada dua hal sekaligus: kepastian agenda Presiden Prabowo untuk datang langsung ke wilayah terdampak gempa di NTT serta kunjungan Jusuf Kalla yang dijadwalkan meninjau pengungsian di Maumere pada Jumat, 28 Agustus 2026.

Sementara itu, terkait Jokowi, belum ada kepastian mengenai apakah mantan Presiden tersebut akan melakukan kunjungan langsung ke Flores. Perkembangan selanjutnya masih menunggu keputusan dan agenda resmi yang bersangkutan. (hjm)

👁️ viewed 800