Hot Posts

8/recent/ticker-posts

BGN Periksa Puluhan Ribu Dapur MBG, 463 SPPG Dihentikan Sementara Selama 10 Hari

0 BGN Periksa Puluhan Ribu Dapur MBG

HERO JURNAL MEDIA,- JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan penataan menyeluruh terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dari 27.485 dapur yang tercatat beroperasi, sebanyak 463 SPPG untuk sementara dihentikan operasionalnya selama 10 hari karena masih harus melengkapi sejumlah data.

Sementara itu, 27.022 SPPG telah memperoleh Surat Ketetapan Sementara setelah melalui proses pendataan dan pemeriksaan yang dilakukan BGN.

Penataan tersebut dilakukan untuk memastikan keberadaan dapur, cakupan penerima manfaat, serta distribusi makanan bergizi sesuai dengan data yang dilaporkan masing-masing SPPG.

Kepala BGN Sudaryono menjelaskan bahwa proses penertiban tidak hanya berfokus pada dapur, tetapi juga mencakup pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang menerima layanan MBG.

“Jadi begini, kan sekarang ini, menurut catatan yang beroperasi kan 27.485. Itu kemudian kami sisir, kami profiling dapurnya dan juga kami cek penerima manfaatnya,” kata Sudaryono di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Data Dapur hingga Sekolah dan Posyandu Diverifikasi

Dalam proses pemeriksaan, BGN melakukan pendataan terhadap lokasi setiap dapur SPPG sekaligus memeriksa sekolah dan posyandu yang tercatat sebagai penerima layanan.

Menurut Sudaryono, setiap SPPG diminta menetapkan profil operasionalnya melalui Surat Ketetapan Sementara. Status tersebut masih dapat diperbaiki seiring dengan proses penataan dan pembaruan data yang dilakukan pemerintah.

“Jadi dapurnya di mana, kemudian dia ngirim ke sekolah mana, posyandu mana. Itu kemudian kami suruhlah menetapkan Surat Ketetapan Sementara. Kenapa sementara? Karena memang nanti akan kita perbaiki,” ujarnya.

Dari keseluruhan dapur yang diperiksa, sebanyak 27.022 SPPG dinyatakan telah memenuhi proses penetapan sementara. Sedangkan 463 lainnya masih harus menjalani proses pelengkapan informasi.

463 SPPG Diberi Waktu 10 Hari

BGN memberikan kesempatan selama 10 hari kepada 463 SPPG yang belum memperoleh Surat Ketetapan Sementara untuk melengkapi data yang dipersyaratkan.

Selama masa tersebut, operasional SPPG ditangguhkan sementara. Data yang harus dilengkapi antara lain profil dapur, dokumentasi berupa foto dapur, serta informasi mengenai sekolah yang menjadi bagian dari cakupan pelayanan.

“Nah, 463 ini kami suspend 10 hari, untuk kemudian mereka untuk melengkapi data-data yang kita inginkan. Profil dapurnya, foto dapurnya, kemudian profil sekolahnya,” jelas Sudaryono.

Kebijakan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya BGN memastikan setiap dapur yang menjalankan program MBG memiliki informasi yang jelas dan dapat diverifikasi.

Penataan data menjadi penting karena jumlah SPPG yang beroperasi sudah mencapai puluhan ribu titik. Dengan cakupan sebesar itu, pemerintah membutuhkan basis data yang akurat agar distribusi makanan bergizi dapat dipantau dengan lebih baik.

Sekolah Penerima MBG Ikut Dikonfirmasi

BGN tidak hanya menerima laporan dari pengelola dapur. Lembaga tersebut juga melakukan konfirmasi langsung kepada sekolah yang tercatat sebagai penerima layanan dari SPPG tertentu.

Konfirmasi dilakukan melalui surat maupun surat elektronik yang ditujukan kepada pihak sekolah, termasuk kepala sekolah.

Langkah tersebut bertujuan mencocokkan laporan yang disampaikan pengelola SPPG dengan kondisi sebenarnya di lapangan. Dengan cara ini, BGN dapat mengetahui apakah dapur yang mengaku menyalurkan MBG ke suatu sekolah memang benar memberikan layanan kepada sekolah tersebut.

“Kenapa? Karena pada saat dapur ini melaporkan, mengirimkan MBG-nya ke sekolah tertentu, itu sekolahnya kita kirimi email. Kita kirimi surat, konfirmasi benar nggak dapur ini melayani di sekolah Anda. Kepala sekolahnya kami kirim,” tutur Sudaryono.

BGN Lakukan Crosscheck terhadap 27 Ribu Dapur

Besarnya jumlah SPPG yang harus diperiksa membuat proses verifikasi dilakukan secara bertahap dan menyeluruh. BGN berupaya mencocokkan informasi dari pengelola dapur dengan data penerima manfaat yang berada di lapangan.

Menurut Sudaryono, pengecekan dilakukan terhadap seluruh dapur yang tercatat, bukan hanya sebagian.

“Karena memang datanya banyak, 27 ribu dapur ini kami crosscheck semua. Sehingga kami berusaha untuk supaya pas, ya. Yang 27.022 sudah tertib, sisanya ini kami cek satu-satu,” ujarnya.

Penataan tersebut diharapkan dapat memperkuat akurasi pelaksanaan program MBG, terutama dalam memastikan makanan yang disalurkan benar-benar sampai kepada kelompok penerima manfaat yang telah ditetapkan.

Dengan masih adanya ratusan SPPG yang harus melengkapi data, proses verifikasi BGN juga menjadi bagian dari evaluasi berkelanjutan terhadap pelaksanaan program. Setelah masa penangguhan selama 10 hari berakhir, data yang telah dilengkapi akan menjadi bahan bagi BGN untuk menentukan langkah selanjutnya terhadap 463 SPPG tersebut. (hjm)

👁️ viewed 800