Hot Posts

8/recent/ticker-posts

Indonesia Didorong Jadi Pencipta AI, Bukan Sekadar Konsumen Teknologi

0 a Indonesia jangan hanya jadi pengguna teknologi

HERO JURNAL MEDIA,- BALI - Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menjadi salah satu isu utama yang dibahas dalam pertemuan tokoh internasional di Bali. Forum tersebut tidak hanya membicarakan kemampuan teknologi AI, tetapi juga dampaknya terhadap kehidupan manusia dan masa depan masyarakat global.

Melalui World Encounter Summit 2026, para pemimpin, akademisi, tokoh agama, pelaku industri teknologi serta generasi muda dari berbagai negara berdiskusi mengenai arah perkembangan AI.

Pertemuan yang diikuti peserta dari lima benua itu mengangkat pertanyaan penting mengenai pemanfaatan AI. Teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas kehidupan manusia, tetapi di sisi lain juga berpotensi menimbulkan persoalan baru apabila tidak dikembangkan dengan mempertimbangkan nilai kemanusiaan.

Forum Internasional Bahas Dampak AI

Rangkaian kegiatan dimulai melalui Bali Harmony Dialogue yang berlangsung di United In Diversity (UID) Bali Campus, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali, Kamis (3/9/2026).

Agenda kemudian berlanjut melalui XI International Scholas Chairs Congress 2026 pada 4-6 September 2026.

Dalam forum tersebut, para peserta membahas pengaruh AI terhadap berbagai sektor. Mulai dari pendidikan, pekerjaan, kesehatan mental generasi muda, demokrasi hingga hubungan sosial menjadi bagian dari pembahasan.

Salah satu persoalan yang mendapat perhatian adalah ketimpangan kemampuan antarnegara dalam mengembangkan dan memanfaatkan AI.

Perbedaan tersebut tidak hanya berkaitan dengan teknologi. Akses terhadap data, kemampuan komputasi, infrastruktur digital, tenaga ahli hingga kemampuan pemerintah dalam membuat regulasi juga menjadi faktor penting.

Luhut: Indonesia Harus Memiliki Kemampuan Sendiri

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) RI Luhut Binsar Pandjaitan menilai Indonesia perlu meningkatkan kemampuan nasional agar tidak terus bergantung pada teknologi yang dikembangkan negara lain.

Menurut Luhut, posisi Indonesia sebagai pengguna teknologi saja tidak cukup ketika AI semakin berperan dalam perekonomian dan kehidupan masyarakat.

Indonesia perlu membangun kemampuan untuk mengembangkan teknologi sendiri sehingga manfaat perkembangan AI dapat dirasakan secara lebih luas.

Salah satu langkah yang didorong adalah mengembangkan teknologi AI yang didukung penggunaan energi bersih serta memperkuat pendidikan di bidang sains, teknologi, teknik dan matematika atau STEM.

Pendekatan tersebut dinilai penting karena perkembangan AI membutuhkan dukungan energi, infrastruktur, penelitian serta sumber daya manusia yang memiliki kemampuan teknis.

Penggunaan AI Harus Diikuti Pengembangan Talenta

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid juga menyoroti tingginya penggunaan AI di kalangan generasi muda Indonesia.

Menurutnya, tingginya tingkat penggunaan teknologi belum otomatis menunjukkan bahwa Indonesia telah memiliki kapasitas nasional dalam bidang AI.

Karena itu, peningkatan penggunaan AI harus berjalan beriringan dengan pengembangan riset, talenta digital dan infrastruktur.

Pemerintah juga dinilai perlu membangun kebijakan yang dapat mendorong tumbuhnya ekosistem AI di dalam negeri.

Dengan dukungan tersebut, Indonesia memiliki peluang untuk bergerak dari sekadar pasar teknologi menjadi negara yang mampu menghasilkan dan mengembangkan solusi AI sendiri.

AI Akan Mengubah Pendidikan dan Dunia Kerja

Perkembangan AI diperkirakan akan semakin memengaruhi kehidupan masyarakat dalam beberapa tahun mendatang.

Sistem pendidikan menjadi salah satu bidang yang akan mengalami perubahan. Cara belajar, metode pengajaran dan kebutuhan keterampilan baru akan ikut berkembang seiring meningkatnya penggunaan teknologi AI.

Dunia kerja juga menghadapi perubahan serupa. Sejumlah pekerjaan dapat mengalami transformasi akibat otomatisasi, sementara kebutuhan terhadap keterampilan baru akan semakin meningkat.

Di tengah perubahan tersebut, kemampuan manusia untuk beradaptasi menjadi semakin penting.

Masa Depan AI Tetap Harus Berpusat pada Manusia

Direktur Eksekutif Scholas Occurrentes Maria Paz Jurado mengingatkan bahwa pembicaraan mengenai AI tidak seharusnya hanya berpusat pada seberapa canggih teknologi yang dapat dibuat.

Pertanyaan yang tidak kalah penting adalah manusia seperti apa yang ingin dibangun bersama perkembangan teknologi tersebut.

Pandangan itu memperluas pembahasan AI dari sekadar persoalan teknologi menjadi isu yang menyangkut kehidupan manusia.

Pengembangan AI juga berkaitan dengan persoalan sosial, ekonomi, moral, lingkungan, pendidikan hingga demokrasi.

Indonesia Punya Peluang Besar

Forum World Encounter Summit 2026 di Bali menunjukkan bahwa perkembangan AI telah menjadi perhatian lintas negara dan lintas sektor.

Bagi Indonesia, perkembangan tersebut sekaligus menjadi peluang untuk memperkuat posisi dalam ekosistem teknologi global.

Namun, peluang itu membutuhkan investasi pada sumber daya manusia, riset, infrastruktur digital, energi bersih serta regulasi yang mampu menciptakan ruang bagi inovasi.

Dengan membangun kapasitas nasional, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi pengguna produk AI dari luar negeri, tetapi mampu menciptakan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan berkontribusi dalam perkembangan AI global.

Pada akhirnya, kemajuan kecerdasan buatan tidak hanya diukur dari kemampuan mesin, tetapi juga dari sejauh mana teknologi tersebut mampu memberikan manfaat bagi manusia tanpa menghilangkan nilai-nilai kemanusiaan. (88)


#teknologi #komdigi #ai #forum #tokohteknologi #beritanasional #kabardaerah #kecerdasanbuatan

👁️ viewed 800