Hot Posts

8/recent/ticker-posts

Dentuman Misterius Gegerkan Bandung Raya, BMKG Ungkap Dugaan Fenomena Skyquake

0 A Stormy Bandung Skyline with Lightning

HERO JURNAL MEDIA,- KOTA BANDUNG — Suara dentuman keras yang terdengar berulang kali di sejumlah wilayah Bandung Raya pada Jumat malam (4/9/2026) hingga Sabtu dini hari (5/9/2026) membuat warga bertanya-tanya.

Suara tersebut terdengar cukup kuat dan berlangsung dalam waktu yang relatif lama. Peristiwa itu kemudian ramai diperbincangkan warga, termasuk di media sosial. Sejumlah masyarakat mengaku khawatir dan mencoba mencari tahu sumber suara yang terdengar tidak biasa tersebut.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas I Bandung kini tengah melakukan kajian untuk mengetahui penyebab pasti fenomena tersebut.

BMKG Dugaan Dentuman sebagai Skyquake

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Suaidi Ahadi, mengatakan salah satu dugaan awal yang sedang dikaji adalah fenomena skyquake atau yang dalam istilah sederhana disebut sebagai dentuman langit.

Namun, BMKG belum memastikan sumber suara tersebut. Sejumlah data yang dikumpulkan justru menunjukkan adanya fenomena lain yang terjadi pada waktu hampir bersamaan.

Berdasarkan pengamatan citra satelit, tidak terlihat adanya gumpalan awan yang signifikan di sekitar Bandung Raya ketika dentuman terjadi.

Sebaliknya, pada waktu yang hampir bersamaan tercatat aktivitas vulkanik di kawasan Krakatau.

BMKG kemudian mencermati kemungkinan adanya hubungan antara aktivitas vulkanik tersebut dengan suara dentuman yang terdengar di Bandung Raya.

Aktivitas Sesar Lembang Tidak Menunjukkan Anomali

Dugaan mengenai gempa bumi juga menjadi bagian dari pemeriksaan BMKG. Namun, berdasarkan rekaman data seismik, tidak ditemukan aktivitas signifikan pada Sesar Lembang ketika dentuman terdengar.

Suaidi menjelaskan, data kegempaan tidak menunjukkan adanya perkembangan aktivitas yang dapat menjelaskan munculnya suara keras tersebut.

Dengan demikian, untuk sementara waktu fenomena itu tidak mengarah pada aktivitas gempa yang bersumber dari Sesar Lembang.

Ada Aktivitas Bersamaan di Sejumlah Wilayah

Selain data seismik, BMKG juga mengamati rekaman dari sejumlah stasiun magnet bumi, termasuk yang berada di Serang, Banten, dan Sukabumi.

Dari pengamatan tersebut terdapat aktivitas yang terjadi dalam waktu bersamaan. BMKG menduga aktivitas itu memiliki keterkaitan dengan fenomena vulkanik yang sedang berlangsung di kawasan Krakatau.

Data mengenai aktivitas petir juga menjadi bagian dari kajian.

Menariknya, ketika dentuman terdengar di Bandung Raya, aktivitas petir di wilayah Bandung dan sekitarnya justru relatif rendah. Sementara itu, konsentrasi aktivitas badai petir tercatat lebih dominan di sekitar Krakatau.

Kondisi tersebut membuat BMKG masih harus melakukan penelitian lebih lanjut sebelum menarik kesimpulan mengenai sumber dentuman.

Mengapa Dentuman Tidak Banyak Terdengar di Banten dan Jakarta?

Salah satu hal yang juga menjadi perhatian BMKG adalah perbedaan laporan masyarakat di berbagai wilayah.

Jika dentuman berkaitan langsung dengan aktivitas vulkanik di kawasan Krakatau, wilayah seperti Banten, Jakarta, dan Bogor secara geografis relatif lebih dekat dibandingkan Bandung.

Namun, laporan mengenai suara dentuman yang terdengar jelas justru lebih banyak muncul dari kawasan Bandung Raya.

Perbedaan tersebut menjadi salah satu alasan BMKG belum menetapkan satu penyebab pasti atas fenomena tersebut.

BMKG Masih Dalami Penyebab Dentuman

Suaidi menegaskan bahwa istilah skyquake yang digunakan saat ini masih merupakan istilah untuk menggambarkan fenomena dentuman yang terdengar di Bandung Raya, bukan kesimpulan final mengenai sumber suaranya.

Pasalnya, dari sisi kegempaan tidak ditemukan aktivitas yang menonjol. Dari sisi petir juga tidak menunjukkan kondisi yang cukup kuat untuk menjelaskan suara tersebut. Sementara aktivitas vulkanik di Krakatau berada cukup jauh dari Bandung.

Karena itu, BMKG masih mengumpulkan dan mencocokkan berbagai data, mulai dari rekaman seismik, citra satelit, aktivitas magnet bumi, data petir hingga informasi vulkanik.

Ada pula kemungkinan lain yang tercantum dalam sejumlah literatur mengenai fenomena suara tidak biasa, termasuk dugaan yang berkaitan dengan aktivitas gas di kawasan danau purba. Namun, kemungkinan tersebut masih sebatas bahan kajian dan belum dapat dinyatakan sebagai penyebab dentuman Bandung Raya.

Kesimpulan Sementara

Fenomena dentuman keras yang menghebohkan Bandung Raya hingga kini masih menjadi misteri. BMKG belum memastikan apakah suara tersebut benar-benar berasal dari aktivitas vulkanik Krakatau atau disebabkan oleh fenomena atmosfer maupun geologi lainnya.

Untuk sementara, BMKG menyebut fenomena tersebut sebagai skyquake atau dentuman langit sambil terus melakukan kajian terhadap seluruh data yang tersedia.

Masyarakat diimbau tidak langsung menyimpulkan sumber dentuman berdasarkan informasi yang beredar di media sosial. Hasil kajian BMKG nantinya diharapkan dapat memberikan penjelasan yang lebih jelas mengenai fenomena tidak biasa tersebut. (88)
 


#bandung #dentumanmisterius #peristiwa #skyquake #dentumanlangit #sesarlembang
👁️ viewed 800