Hot Posts

8/recent/ticker-posts
KABAR PILIHAN

Gaya Santai KDM Menyikapi Perhatian Media Inggris, Pilih Fokus Layani Warga JaBar

0 A Media Sosial sebagai Saluran Pengaduan Warga

HERO JURNAL MEDIA,- BANDUNG — Nama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali menjadi perhatian setelah muncul pemberitaan dari media Inggris Financial Times (FT) yang menyebut popularitasnya cukup tinggi dan memasukkannya dalam pembahasan mengenai sosok potensial untuk Pilpres 2029.

Menanggapi pemberitaan tersebut, Dedi memilih bersikap tenang. Ia mengatakan apresiasi dari berbagai pihak merupakan hal yang patut diterima dengan rasa terima kasih. Namun, menurutnya, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan selama menjalankan tugas sebagai Gubernur Jawa Barat.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada siapa pun yang mengapresiasi saya. Namun, saya hari ini pasti masih banyak kekurangan," kata Dedi di Bandung, Kamis (24/9/2026).

Dedi Utamakan Tugas sebagai Gubernur Jawa Barat

Dedi menegaskan bahwa dirinya masih ingin berkonsentrasi menjalankan program pemerintahan di Jawa Barat. Berbagai pekerjaan yang telah dimulai akan terus dilanjutkan dengan tujuan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Ia menyebut masyarakat Jawa Barat saat ini semakin aktif menyampaikan persoalan yang mereka hadapi. Kondisi tersebut membuat komunikasi antara kepala daerah dan warga menjadi semakin terbuka.

Menurut Dedi, masyarakat tidak hanya menyampaikan aspirasi melalui jalur formal. Media sosial juga menjadi salah satu sarana yang digunakan warga untuk menyampaikan keluhan secara langsung.

Media Sosial Jadi Jalur Pengaduan Warga

Dedi mengatakan dirinya memanfaatkan media sosial untuk mengetahui berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat. Pengaduan yang masuk kemudian dapat diteruskan kepada pihak terkait agar mendapatkan penanganan.

Ia memberikan contoh seorang warga di Kota Tasikmalaya yang membutuhkan biaya sekitar Rp19 juta untuk membeli obat bagi penyakit pada mata yang tidak ditanggung BPJS Kesehatan.

Menurut Dedi, kasus seperti itu menunjukkan adanya persoalan pelayanan yang harus segera dicari jalan keluarnya.

"Saya langsung merespons dan berusaha menyelesaikannya," ujarnya.

Bagi Dedi, komunikasi langsung melalui media sosial dapat menjadi salah satu cara untuk mengetahui persoalan warga yang belum tersampaikan melalui mekanisme pengaduan resmi.

Persoalan Warga Bisa Langsung Diteruskan

Dedi menjelaskan, komunikasi melalui media sosial tidak berhenti pada menerima laporan. Ia mengaku sejumlah persoalan yang disampaikan masyarakat kemudian dikomunikasikan kepada pejabat atau instansi yang memiliki kewenangan.

Ia mencontohkan persoalan keamanan di wilayah Baleendah yang ditanyakan langsung kepada aparat kepolisian setelah informasi mengenai masalah tersebut diterima.

Menurutnya, pola komunikasi semacam ini membuat pemerintah daerah dapat mengetahui kondisi yang terjadi di lapangan dengan lebih cepat.

"Setiap hari saya melihat perkembangan dan apa yang terjadi di lingkungan kita," katanya.

Belum Memikirkan Pilpres 2029

Mengenai namanya yang dikaitkan dengan Pilpres 2029, Dedi mengatakan belum ingin memikirkan agenda tersebut. Ia memilih menyelesaikan tanggung jawabnya sebagai Gubernur Jawa Barat terlebih dahulu.

Dedi menyampaikan bahwa fokus utamanya saat ini adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat dan menjalankan program pemerintah daerah.

Ia juga mengatakan apresiasi maupun kritik dari masyarakat sama-sama menjadi bagian dari dinamika dalam menjalankan pemerintahan.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada yang mengapresiasi saya. Yang mengkritik saya setiap hari juga saya ucapkan terima kasih," tutur Dedi.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Dedi memilih menempatkan pekerjaan pemerintahan di Jawa Barat sebagai prioritas, sementara pembicaraan mengenai Pilpres 2029 belum menjadi fokus yang ingin ia bahas lebih jauh. (*Neu44*)

#DediMulyadi #JawaBarat #GubernurJawaBarat #Pilpres2029 #PolitikIndonesia #PemprovJabar #BeritaJabar #HEROJURNALMEDIA

👁️ viewed 800