Hot Posts

8/recent/ticker-posts
KABAR PILIHAN

Pertumbuhan Ekonomi Batam 7,28 Persen, Amsakar Dorong Agar Berdampak pada Kesejahteraan Warga

0 A BATAMCivic Ceremony and Economic Growth Banner

HERO JURNAL MEDIA,- BATAM — Pertumbuhan ekonomi Batam yang mencapai 7,28 persen pada triwulan II 2026 dinilai menjadi modal penting untuk memperkuat posisi kota tersebut sebagai salah satu pusat ekonomi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Namun, pertumbuhan ekonomi dan peningkatan investasi tidak boleh berhenti pada pencapaian angka. Pemerintah Kota Batam menilai perkembangan ekonomi harus memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Jadi ke-24 Provinsi Kepulauan Riau di Dataran Engku Putri, Batam Center, Kamis (24/9/2026).

Upacara tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, Ketua TP PKK Kota Batam Erlita Sari Amsakar, unsur Forkopimda, serta jajaran perangkat daerah Pemerintah Kota Batam.

Ekonomi Batam Tumbuh di Atas Kepri dan Nasional

Dalam pidatonya, Amsakar menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Batam pada triwulan II 2026 mencapai 7,28 persen.

Angka tersebut berada di atas pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri yang tercatat 6,99 persen dan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen.

Menurut Amsakar, capaian itu memperlihatkan semakin kuatnya kontribusi Batam terhadap aktivitas ekonomi di Kepri. Batam tidak hanya berperan sebagai lokasi investasi, tetapi juga menjadi salah satu wilayah yang menghasilkan aktivitas dan nilai ekonomi.

Pertumbuhan tersebut tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, BP Batam, pemerintah pusat, Forkopimda, pelaku usaha hingga masyarakat.

Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menjaga iklim investasi sekaligus memastikan pembangunan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Batam Perkuat Hilirisasi dan Investasi

Amsakar juga mengaitkan perkembangan ekonomi Batam dengan kebijakan pembangunan nasional yang mendorong hilirisasi, industrialisasi, peningkatan investasi, penyederhanaan regulasi, serta efisiensi sektor logistik.

Batam memiliki posisi strategis sebagai kawasan perdagangan dan investasi karena berada di jalur perdagangan internasional.

Penguatan tata kelola Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam melalui Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2025 juga menjadi salah satu bagian dari upaya meningkatkan pelayanan dan kepastian bagi investor.

Pemerintah Kota Batam menyatakan akan terus mendukung arah pembangunan tersebut, terutama melalui penguatan industri, peningkatan investasi, penciptaan lapangan pekerjaan, serta pengembangan sumber daya manusia.

Pertumbuhan Ekonomi Harus Dirasakan Masyarakat

Bagi Amsakar, keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari besarnya investasi maupun tingginya pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, hasil pembangunan harus diterjemahkan menjadi peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.

Karena itu, berbagai program pemerintah diarahkan pada kebutuhan dasar warga, mulai dari pekerjaan, air bersih, pengendalian banjir, kesehatan hingga pendidikan.

Di bidang ketenagakerjaan, Pemko Batam terus menjalankan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan tenaga kerja lokal agar sesuai dengan kebutuhan industri.

Pemerintah juga telah menjalin nota kesepahaman dengan 30 perusahaan untuk memperbesar kesempatan masyarakat lokal memperoleh pekerjaan. Dalam kesepakatan tersebut, perusahaan didorong memberikan porsi minimal 20 persen bagi tenaga kerja lokal dalam proses rekrutmen.

Kebijakan tersebut diharapkan membuat pertumbuhan industri dan investasi di Batam ikut membuka kesempatan ekonomi bagi masyarakat setempat.

Pelayanan Air Bersih dan Penanganan Banjir

Selain lapangan pekerjaan, pemerintah juga terus memperkuat pelayanan infrastruktur dasar.

Dalam sektor air bersih, sekitar 1.200 sambungan pelanggan yang sebelumnya mengalami gangguan, termasuk warga Tanjung Sengkuang, telah kembali mendapatkan pasokan secara normal.

Pemko Batam juga melakukan berbagai langkah untuk mengurangi risiko banjir. Upaya tersebut mencakup normalisasi, pendalaman dan perbaikan sejumlah sarana di kawasan yang rawan terdampak.

Pembangunan infrastruktur dasar tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah agar pertumbuhan kota berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

UHC Batam Capai 98 Persen

Pada sektor kesehatan, Amsakar menyampaikan bahwa akses masyarakat terhadap layanan kesehatan terus diperluas.

Cakupan Universal Health Coverage (UHC) di Batam disebut telah mencapai sekitar 98 persen.

Dengan capaian tersebut, sebagian besar masyarakat Batam telah memperoleh perlindungan dalam akses pelayanan kesehatan melalui fasilitas kesehatan yang tersedia.

Pemerintah juga terus memastikan puskesmas dan rumah sakit memberikan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian dari peningkatan kualitas hidup warga.

Puluhan Ribu Siswa Mendapat Seragam Gratis

Perhatian terhadap masyarakat juga dilakukan melalui sektor pendidikan.

Selama dua tahun terakhir, Pemko Batam menjalankan program pemberian seragam sekolah gratis bagi siswa SD dan SMP, baik sekolah negeri maupun swasta.

Program tersebut telah mencakup sekitar 105.670 siswa.

Selain bantuan seragam, pemerintah juga memberikan dukungan pendidikan melalui program beasiswa bagi pelajar berprestasi.

Pada tahun ini, terdapat 13 anak asal Batam yang berhasil diterima di tujuh perguruan tinggi ternama di Indonesia.

Pemko Batam juga bekerja sama dengan Politeknik Negeri Batam untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak berprestasi dari keluarga kurang mampu dan masyarakat yang tinggal di wilayah hinterland.

Sebanyak 30 anak disebut telah memperoleh beasiswa melalui program tersebut.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kualitas sumber daya manusia Batam sehingga generasi muda memiliki kemampuan yang sesuai dengan perkembangan industri dan ekonomi daerah.

Pembangunan Batam Diarahkan Berkelanjutan

Peringatan Hari Jadi ke-24 Kepri tahun ini mengusung tema “Dari Penyengat Menyatukan Semangat, Kepri Berkelanjutan.”

Tema tersebut mengambil nilai sejarah Pulau Penyengat yang dikenal sebagai salah satu pusat sejarah dan kebudayaan Melayu.

Bagi Amsakar, nilai sejarah tersebut dapat menjadi pengingat bahwa pembangunan perlu tetap memperhatikan akar budaya sekaligus mempersiapkan daerah menghadapi kebutuhan masa depan.

Dalam visi pembangunan Batam 2025–2029, pemerintah menargetkan Batam berkembang sebagai kota yang inovatif, berbudaya dan berkelanjutan, sekaligus menjadi pusat investasi dan pariwisata.

Karena itu, berbagai capaian ekonomi yang telah diperoleh dinilai perlu diikuti dengan penyelesaian sejumlah persoalan pembangunan.

Amsakar mengajak pemerintah, dunia usaha dan masyarakat terus memperkuat kerja sama untuk menjaga momentum pembangunan Batam dan Kepri.

Menurutnya, semangat kebersamaan, gotong royong, kerja keras dan inovasi menjadi bagian penting dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan.

Pertumbuhan ekonomi Batam yang berada di atas rata-rata Kepri dan nasional menjadi salah satu modal untuk melanjutkan pembangunan. Namun, capaian tersebut diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan kesempatan kerja, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.

Dengan demikian, perkembangan ekonomi Batam tidak hanya tercermin dari investasi dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari manfaat pembangunan yang semakin luas bagi masyarakat.(**Ald88**)

#Batam #EkonomiBatam #AmsakarAchmad #Kepri #KepulauanRiau #EkonomiKepri #InvestasiBatam #PembangunanBatam #KesejahteraanMasyarakat #HariJadiKepri #BeritaBatam #BeritaKepri

👁️ viewed 800