Hot Posts

8/recent/ticker-posts
KABAR PILIHAN

Mantan Guru Gibran di Solo Buka Kenangan Sekolah, Nilai Kemampuan Akademiknya Cukup Baik

0 A Kolase Berita Gibran dan Kenangan Hanga T

HERO JURNAL MEDIA,- SOLO SURAKARTA —  Mantan guru SMP Negeri 1 Surakarta, Jawa Tengah, Rohwati, menyampaikan pandangannya terkait polemik pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia mengaku merasa sedih ketika mendengar anggapan bahwa Gibran tidak lulus SMA, menyusul putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai bukti penyetaraan pendidikan luar negeri.

Rohwati yang pernah mengajar Bahasa Jawa kepada Gibran saat duduk di bangku SMP mengatakan, dirinya mengenal Gibran sebagai siswa dengan kemampuan akademik yang cukup baik. Ia juga mengingat Gibran sebagai anak yang santun dan menghormati para guru.

Menurut Rohwati, pengalaman mengajar Gibran membuat dirinya merasa keberatan jika muncul kesimpulan bahwa mantan muridnya tersebut tidak menyelesaikan pendidikan setingkat SMA.

Ia menilai, perjalanan pendidikan Gibran perlu dipahami berdasarkan riwayat sekolahnya, termasuk saat melanjutkan pendidikan ke Singapura.

Mantan Guru Mengaku Sedih dengan Polemik Pendidikan Gibran

Rohwati mengungkapkan perasaannya ketika mendengar perdebatan mengenai latar belakang pendidikan Gibran. Sebagai orang yang pernah mengajarnya secara langsung, ia merasa memiliki kenangan tersendiri terhadap sosok putra Presiden ke-7 RI Joko Widodo tersebut.

Ia menegaskan bahwa Gibran bukan siswa yang dikenal memiliki kemampuan akademik rendah. Menurutnya, Gibran mengikuti pendidikan di SMP Negeri 1 Surakarta dan kemudian melanjutkan sekolah ke luar negeri.

Gibran tercatat menempuh pendidikan di SMP Negeri 1 Surakarta pada 1999 hingga 2002. Setelah lulus, ia melanjutkan pendidikan ke Orchid Park Secondary School di Singapura.

Rohwati menilai, riwayat tersebut menjadi bagian penting untuk memahami perjalanan pendidikan Gibran. Meski demikian, pengalaman pribadinya sebagai guru tidak dengan sendirinya menjadi bukti administratif mengenai kesetaraan ijazah yang dipersoalkan.

Kemampuan Bahasa Inggris dan Bahasa Jawa Dinilai Baik

Saat mengenang masa sekolah Gibran, Rohwati menyebut mantan muridnya itu memiliki kemampuan Bahasa Inggris yang cukup baik. Ia mengaku pernah membandingkan kemampuan tersebut dengan materi pelajaran yang diketahuinya.

Menurut Rohwati, kemampuan Bahasa Inggris Gibran menjadi salah satu hal yang membuatnya tidak heran ketika mengetahui mantan muridnya melanjutkan pendidikan ke Singapura.

Selain Bahasa Inggris, Gibran juga dinilai memiliki kemampuan Bahasa Jawa yang cukup baik. Rohwati mengatakan, kemampuan Gibran dalam mata pelajaran tersebut tergolong cukup menonjol, meskipun ia tidak mengingat Gibran sebagai siswa yang selalu menempati peringkat pertama di kelas.

Kenangan itu, menurut Rohwati, menunjukkan bahwa Gibran memiliki kemampuan belajar yang cukup baik selama menempuh pendidikan di sekolah tersebut.

Gibran Dikenang sebagai Siswa Pendiam dan Santun

Rohwati juga menceritakan karakter Gibran ketika masih duduk di bangku SMP. Dalam kegiatan belajar di kelas, Gibran disebut cenderung pendiam. Namun, saat berada di luar kelas bersama teman-temannya, ia tetap bergaul dan bercanda seperti siswa pada umumnya.

Salah satu hal yang paling diingat Rohwati adalah sikap Gibran kepada guru. Ia menyebut Gibran terbiasa menunjukkan rasa hormat, termasuk dengan bersalaman ketika bertemu gurunya.

Kebiasaan tersebut, menurut Rohwati, masih terlihat ketika Gibran telah dewasa dan menjabat sebagai Wali Kota Surakarta. Ia mengaku pernah melihat Gibran tetap menghormati guru-gurunya ketika bertemu.

Bagi Rohwati, sikap tersebut menjadi salah satu kesan yang melekat sejak Gibran masih bersekolah di SMP Negeri 1 Surakarta.

Rohwati Pernah Mendengar Cerita Pendidikan Gibran dari Jokowi

Rohwati juga mengenang pertemuannya dengan Joko Widodo ketika masih menjabat sebagai Wali Kota Surakarta pada 2005 hingga 2012.

Dalam sebuah acara buka puasa bersama di Loji Gandrung, Rohwati sempat mendengar cerita mengenai pendidikan Gibran yang ketika itu telah melanjutkan studi ke Singapura.

Ia mengingat pertemuan tersebut karena anaknya bersekolah satu kelas dengan Kahiyang Ayu, putri Jokowi.

Pengalaman itu menambah ingatan Rohwati mengenai perjalanan pendidikan keluarga Jokowi, termasuk keputusan untuk menyekolahkan anak-anaknya ke luar negeri.

Namun, cerita yang didengar Rohwati pada kesempatan tersebut merupakan kenangan pribadi dan tidak menggantikan dokumen resmi yang diperlukan untuk membuktikan kesetaraan pendidikan.

Putusan MK dan Polemik Penyetaraan Ijazah Gibran

Perdebatan mengenai pendidikan Gibran berkaitan dengan persyaratan pencalonan wakil presiden, khususnya bukti pendidikan luar negeri yang disetarakan dengan jenjang SMA atau sederajat.

Dalam putusannya, MK menyatakan tidak menemukan bukti meyakinkan berupa ijazah, sertifikat, atau diploma luar negeri yang menunjukkan penyetaraan tersebut dalam persidangan.

Meski demikian, putusan itu tidak menyatakan Gibran terbukti tidak lulus SMA. MK juga tidak mendiskualifikasinya dari jabatan Wakil Presiden.

Karena itu, penting untuk membedakan persoalan ketersediaan bukti administratif mengenai penyetaraan pendidikan dengan kesimpulan bahwa seseorang tidak menyelesaikan pendidikan setingkat SMA.

Kenangan Rohwati mengenai kemampuan akademik dan perilaku Gibran memberikan gambaran tentang sosoknya ketika menjadi siswa. Sementara itu, persoalan kesetaraan pendidikan tetap perlu dipahami berdasarkan dokumen resmi, ketentuan yang berlaku, dan isi putusan pengadilan.

Polemik tersebut pun memperlihatkan pentingnya penyampaian informasi secara cermat agar masyarakat dapat membedakan kesaksian pribadi, persyaratan administratif, dan kesimpulan hukum. (**Ay88**)

#GibranRakabumingRaka #Gibran #PendidikanGibran #IjazahGibran #MahkamahKonstitusi #MK #JokoWidodo #Solo #BeritaNasional #BeritaTerkini

👁️ viewed 800