Hot Posts

8/recent/ticker-posts
KABAR PILIHAN

Proyek Data Center AI Rp3,5 Triliun di Jatiluhur Dihentikan Sementara, Ini Masalah Perizinannya

0 AOfficials Inspect Reservoir Side Data Center Site

HERO JURNAL MEDIA,- JATILUHUR PURWAKARTA  — Pembangunan pusat data berbasis kecerdasan buatan atau AI (Artificial Intelligence) di kawasan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, dihentikan sementara.

Proyek yang dikerjakan BDx Data Centers dengan nilai investasi sekitar Rp3,5 triliun tersebut mendapat perhatian setelah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi.

Penghentian dilakukan bukan karena investasi tersebut dibatalkan. Pemerintah Jawa Barat menyatakan pembangunan dapat dilanjutkan setelah berbagai persyaratan yang diwajibkan pemerintah diselesaikan.

AMDAL dan PBG Belum Rampung

Persoalan utama yang membuat pembangunan dihentikan adalah belum tuntasnya sejumlah dokumen penting, terutama Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

Kedua dokumen tersebut menjadi bagian penting sebelum proyek berskala besar dapat berjalan sesuai ketentuan. Pemerintah Jawa Barat meminta pihak pengembang dan konsultan menyelesaikan seluruh persyaratan terlebih dahulu.

Dedi Mulyadi sebelumnya meminta agar pembangunan tidak diteruskan selama dokumen AMDAL dan PBG belum diterbitkan.

Penghentian sementara itu dilakukan setelah kunjungan langsung ke lokasi pada 28 September 2026. Pemerintah daerah kemudian menegaskan bahwa proyek masih memiliki peluang untuk kembali berjalan apabila seluruh ketentuan telah dipenuhi.

Proyek Berkapasitas hingga 640 MW

Pusat data AI tersebut merupakan proyek infrastruktur digital berskala besar. BDx sebelumnya menyatakan fasilitas di Jatiluhur dirancang memiliki kapasitas hingga 640 megawatt (MW).

Pembangunan kampus data center tersebut mulai dikerjakan pada September 2026. Infrastruktur ini diproyeksikan untuk mendukung kebutuhan komputasi AI dengan kapasitas listrik yang sangat besar.

Besarnya investasi dan kapasitas proyek membuat aspek lingkungan, penggunaan sumber daya, serta kelengkapan perizinan menjadi perhatian pemerintah.

Penggunaan Air Jadi Perhatian

Selain masalah administrasi, kebutuhan air untuk operasional pusat data juga menjadi salah satu hal yang diperhatikan.

Data teknis yang disampaikan pemerintah menyebut kebutuhan air fasilitas tersebut ketika beroperasi pada kapasitas penuh dapat mencapai sekitar 384 liter per detik atau 33.000 meter kubik per hari.

Angka itu cukup besar sehingga pemerintah meminta kajian mengenai penggunaan air dibuka secara transparan. Kajian tersebut diperlukan untuk memastikan kebutuhan operasional pusat data tidak mengganggu kepentingan masyarakat maupun sektor pertanian di sekitar Jatiluhur.

Pemerintah juga meminta adanya koordinasi dengan pihak pengelola sumber daya air dan pemerintah daerah untuk memastikan kebutuhan air warga serta pertanian tetap aman.

Pemerintah Minta Kajian Dibuka kepada Publik

Pemerintah Jawa Barat tidak hanya meminta kelengkapan AMDAL dan PBG. Konsultan proyek juga diminta membuka kajian teknis kepada masyarakat.

Beberapa aspek yang menjadi perhatian antara lain potensi kebisingan dan penggunaan air dari kawasan Waduk Jatiluhur.

Langkah tersebut diperlukan agar masyarakat mengetahui bagaimana proyek akan mengelola dampak lingkungan dan penggunaan sumber daya apabila nantinya beroperasi.

Investasi Tidak Dibatalkan

Penghentian sementara pembangunan tidak berarti proyek data center AI tersebut dibatalkan.

Pemerintah Jawa Barat menyatakan tetap mendukung investasi, tetapi pelaksanaannya harus mengikuti aturan yang berlaku.

Dengan demikian, kelanjutan proyek kini bergantung pada penyelesaian dokumen perizinan, termasuk AMDAL dan PBG, serta pemenuhan berbagai persyaratan teknis lainnya.

Setelah seluruh persyaratan dinyatakan lengkap, pembangunan dapat diproses kembali sesuai ketentuan yang berlaku.

Pemerintah Pastikan Kepentingan Warga Tetap Diperhatikan

Di tengah rencana investasi besar tersebut, pemerintah menegaskan bahwa kepentingan masyarakat sekitar tetap menjadi bagian penting dalam proses pengambilan keputusan.

Terutama terkait ketersediaan air, pemerintah ingin memastikan aktivitas pusat data tidak mengurangi kebutuhan masyarakat dan petani yang bergantung pada sumber air di kawasan Jatiluhur.

Karena itu, penyelesaian perizinan dan kajian lingkungan menjadi tahap yang harus dilalui sebelum proyek kembali dilanjutkan.

Untuk saat ini, pembangunan pusat data AI senilai sekitar Rp3,5 triliun itu masih menunggu penyelesaian sejumlah persyaratan. Pemerintah daerah akan menentukan kelanjutan pembangunan berdasarkan kelengkapan dokumen dan hasil kajian yang diajukan pengembang. (**DI88**)

#DataCenterAI #Jatiluhur #Purwakarta #DediMulyadi #JawaBarat #DataCenter #ArtificialIntelligence #Investasi #AMDAL #PBG #WadukJatiluhur #BeritaJawaBarat #BeritaPurwakarta #TeknologiAI #InvestasiJawaBarat

 

👁️ viewed 800