Hot Posts

8/recent/ticker-posts

Hendropriyono Mengajak Masyarakat Tak Mudah Terprovokasi Informasi Palsu (Hoaks)

 

HERO JURNAL MEDIA,- JAKARTA,- Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), A.M. Hendropriyono, mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap maraknya penyebaran informasi palsu dan berbagai bentuk provokasi yang dapat mengganggu persatuan bangsa. Menurutnya, disinformasi yang sengaja disebarkan berpotensi menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.

Dalam pernyataan yang disampaikan pada Jum'at kemarin, Hendropriyono menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh mudah terpengaruh oleh isu-isu yang belum jelas sumber maupun tujuan penyebarannya. Ia menilai, berbagai narasi menyesatkan kerap digunakan untuk mengadu domba sesama anak bangsa.

Purnawirawan jenderal yang juga dikenal sebagai cendekiawan di bidang intelijen tersebut menilai, sejarah telah menunjukkan bahwa konflik sosial dan politik kerap berawal dari berkembangnya informasi yang tidak benar serta munculnya rasa saling curiga di tengah masyarakat.

Karena itu, ia mengimbau seluruh elemen bangsa untuk lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi. Setiap kabar yang diterima sebaiknya diverifikasi terlebih dahulu agar tidak menjadi bagian dari penyebaran hoaks yang dapat memperkeruh situasi.

Menurut Hendropriyono, perbedaan pandangan dalam sistem demokrasi merupakan hal yang wajar. Namun, penyampaian pendapat harus tetap dilakukan melalui jalur yang sah, damai, dan sesuai dengan ketentuan konstitusi yang berlaku.

Ia juga mengingatkan pentingnya menempatkan kepentingan bangsa, supremasi hukum, serta stabilitas negara di atas kepentingan kelompok maupun ambisi politik jangka pendek. Persatuan nasional dan tatanan konstitusional, kata dia, harus terus dijaga demi keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hendropriyono menegaskan bahwa demokrasi hanya dapat berkembang apabila setiap perbedaan diselesaikan secara beradab dan sesuai dengan mekanisme yang telah diatur. Karena itu, berbagai tindakan yang mengarah pada upaya inkonstitusional dinilai tidak memiliki tempat dalam kehidupan publik.

Dalam kesempatan yang sama, Hendropriyono juga memberikan klarifikasi atas tudingan yang beredar di media daring yang mengaitkan dirinya dengan kelompok-kelompok yang bersikap sangat kritis terhadap pemerintah.

Ia membantah tuduhan tersebut dan memastikan bahwa dirinya maupun orang-orang di sekitarnya tidak pernah terlibat, mendukung, ataupun memberikan instruksi untuk melakukan tindakan yang bertujuan menjatuhkan pemerintahan yang sah.

Hendropriyono menyebut tuduhan tersebut sebagai fitnah dan bagian dari disinformasi. Ia menegaskan bahwa sepanjang kariernya, dirinya selalu berpegang pada komitmen untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, serta stabilitas nasional.

Menurutnya, kritik terhadap pemerintah merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Namun, kritik tersebut harus berada dalam koridor hukum dan tidak diarahkan untuk merebut atau menggulingkan kekuasaan secara tidak sah.

Ia pun kembali mengajak masyarakat untuk lebih cermat dalam menyaring informasi sebelum membagikannya kepada orang lain, sehingga tidak ikut memperluas penyebaran kabar yang belum tentu benar. (hjm)


Posting Komentar

0 Komentar