Hot Posts

8/recent/ticker-posts

Ribuan Mahasiswa BEM UI Turun ke Jalan, Aksi di Bundaran HI Soroti Kondisi Ekonomi dan Kebijakan Pemerintah


HERO JURNAL MEDIA,- JAKARTA – Kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, diperkirakan menjadi pusat perhatian publik pada Jumat (12/6/2026) seiring rencana aksi unjuk rasa yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI). Demonstrasi yang diperkirakan melibatkan lebih dari seribu mahasiswa tersebut berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama ibu kota.

Pihak kepolisian melalui Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya telah mengingatkan masyarakat untuk mengantisipasi potensi kemacetan yang terjadi di sekitar Jalan MH Thamrin dan Jalan Jenderal Sudirman. Pengguna jalan diminta mempertimbangkan rute alternatif guna menghindari perlambatan arus kendaraan selama aksi berlangsung.

Aksi yang mengusung tema “Menuju Indonesia Bangkrut” menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan kritik terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai belum mampu menjawab persoalan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Massa aksi dijadwalkan mulai berkumpul sejak pagi hari dan menyampaikan aspirasi mereka secara terbuka di kawasan Bundaran HI.

Ketua BEM UI, Yatalathof Ma’shum Imawan, menyebut jumlah peserta yang hadir diperkirakan mencapai lebih dari seribu orang. Menurutnya, demonstrasi merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kondisi sosial dan ekonomi yang saat ini dirasakan masyarakat di berbagai daerah.

Dalam pernyataannya, Yatalathof menegaskan bahwa dampak kemacetan akibat aksi demonstrasi hanya berlangsung sementara. Namun, ia menilai masyarakat saat ini menghadapi persoalan yang jauh lebih serius, seperti terbatasnya lapangan pekerjaan, sulitnya mobilitas sosial, hingga ketidakpastian masa depan generasi muda.

Dia menambahkan, total ada lima tuntutan yang dibawa dalam aksi unjuk rasa. Berikut 5 tuntutan tersebut:

1. Stop Pemborosan APBN

2. Turunkan Harga Kebutuhan Pokok dan BBM

3. Hentikan Program MBG dan Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih

4. Hentikan Militerisme di Ranah Sipil

5. Prabowo berhenti Mengelak dan Akui Kesalahan Pemerintah

“Gangguan lalu lintas yang terjadi hanya beberapa jam, tetapi persoalan ekonomi, kesempatan kerja, dan masa depan masyarakat telah berlangsung bertahun-tahun. Hal inilah yang ingin kami suarakan melalui aksi ini,” ujarnya.

Selain menyampaikan kritik terhadap kondisi ekonomi nasional, mahasiswa juga membawa lima tuntutan utama yang dianggap penting untuk segera mendapat perhatian pemerintah. Tuntutan tersebut meliputi penghentian pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), penurunan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM), penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, penolakan terhadap praktik militerisme di ranah sipil, serta desakan agar pemerintah lebih terbuka dalam mengakui dan mengevaluasi kebijakan yang dinilai bermasalah.

Pengamat sosial menilai aksi mahasiswa merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang sehat selama berlangsung secara tertib dan sesuai aturan hukum. Demonstrasi menjadi salah satu saluran bagi masyarakat, khususnya kalangan akademisi dan generasi muda, untuk menyampaikan aspirasi terhadap kebijakan publik.

Di sisi lain, pemerintah diharapkan mampu merespons berbagai kritik yang berkembang dengan membuka ruang dialog yang konstruktif. Komunikasi yang baik antara pemerintah dan kelompok masyarakat sipil dinilai penting untuk mencegah munculnya kesenjangan persepsi terkait arah pembangunan nasional.

Sementara itu, aparat keamanan telah menyiapkan langkah pengamanan dan pengaturan lalu lintas guna memastikan kegiatan masyarakat tetap berjalan dengan lancar. Pengendara yang hendak melintas di kawasan Sudirman-Thamrin diimbau untuk memantau informasi lalu lintas terkini dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Aksi yang berlangsung di jantung ibu kota tersebut diperkirakan menjadi salah satu demonstrasi mahasiswa terbesar pada pertengahan tahun 2026. Selain menjadi sarana penyampaian aspirasi, aksi ini juga menjadi cerminan meningkatnya perhatian kalangan mahasiswa terhadap berbagai isu ekonomi, sosial, dan tata kelola pemerintahan yang berkembang di Indonesia. (hjm)

Posting Komentar

0 Komentar