Hot Posts

8/recent/ticker-posts

Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW 2026: Meneladani Akhlak di Tengah Gejolak Politik dan Perjuangan Kebangsaan

0 MHL Maulid Nabi Muhammad SAW

HERO JURNAL MEDIA,- PALU - Satu Komando, Satu Perjuangan” — Relawan Militan Hidayat Lamakarate (MHL)

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 2026 hadir di tengah dinamika kehidupan bangsa yang penuh dengan berbagai peristiwa, perubahan politik, perbedaan pandangan, serta tantangan sosial yang semakin kompleks.

Pada Selasa, 25 Agustus 2026, umat Islam di Indonesia memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah. Momentum tersebut tidak hanya menjadi kesempatan untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi ruang untuk kembali menengok keteladanan beliau dalam membangun masyarakat yang berlandaskan kejujuran, keadilan, persaudaraan dan kepedulian terhadap sesama.

Di tengah berbagai gejolak politik dan peristiwa nasional yang terjadi sepanjang 2026, pesan Maulid Nabi menjadi semakin relevan. Politik boleh menghadirkan perbedaan pilihan, tetapi perbedaan tidak seharusnya menghilangkan persaudaraan. Kompetisi politik boleh berlangsung, tetapi kepentingan masyarakat dan persatuan bangsa tetap harus ditempatkan di atas kepentingan kelompok.

Maulid Nabi dan Pelajaran tentang Kepemimpinan

Nabi Muhammad SAW bukan hanya dikenal sebagai Rasul Allah, tetapi juga sebagai sosok pemimpin yang menunjukkan bagaimana kekuasaan dan kepemimpinan harus dijalankan dengan amanah.

Keteladanan tersebut menjadi penting untuk direnungkan dalam kehidupan politik modern. Seorang pemimpin tidak cukup hanya memiliki kekuatan politik, jaringan, atau dukungan massa. Kepemimpinan juga membutuhkan integritas, keberanian mengambil keputusan, kemampuan merangkul perbedaan, serta keberpihakan kepada kepentingan masyarakat.

Dalam konteks kehidupan demokrasi, semangat tersebut dapat diterjemahkan menjadi politik yang santun, bertanggung jawab dan menjauhkan masyarakat dari permusuhan akibat perbedaan pilihan.

Maulid Nabi dengan demikian bukan sekadar peringatan seremonial, tetapi momentum untuk memperbaiki cara kita melihat kepemimpinan.

Pesan Relawan Militan Hidayat Lamakarate

Semangat tersebut turut tercermin dalam ucapan Selamat Maulid Nabi Muhammad SAW dari *Relawan Militan Hidayat Lamakarate (MHL)*.

Kelompok relawan tersebut membawa slogan *“SATU KOMANDO, SATU PERJUANGAN”*, sebuah pesan yang menekankan pentingnya kebersamaan, konsistensi dan persatuan dalam menjalankan perjuangan politik.

Slogan tersebut dapat dimaknai bukan semata-mata sebagai simbol kekuatan politik, melainkan juga sebagai ajakan kepada para pendukung untuk menjaga soliditas, etika dan kedewasaan dalam menghadapi dinamika politik.

Hidayat Lamakarate sendiri merupakan figur yang telah lama dikenal dalam pemerintahan dan politik Sulawesi Tengah. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah dan sebelumnya menduduki sejumlah posisi pemerintahan strategis.

Dalam perkembangan politik Sulawesi Tengah, nama Hidayat Lamakarate juga kembali muncul dalam pembicaraan mengenai kontestasi politik mendatang. Pada Juli 2026, misalnya, terdapat pemberitaan mengenai dukungan Ahmad Ali terhadap kemungkinan Hidayat Lamakarate maju dalam Pilgub Sulawesi Tengah 2029.

Dari Solidaritas Politik Menuju Solidaritas Sosial

Di sinilah pesan Maulid Nabi dapat menjadi jembatan antara semangat politik dan kepentingan sosial.“Satu Komando, Satu Perjuangan” seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai kesatuan dalam memenangkan sebuah agenda politik. Lebih luas dari itu, semangat kebersamaan dapat diarahkan untuk memperkuat kepedulian terhadap masyarakat, menjaga persatuan serta mendorong lahirnya budaya politik yang bersih dan bermartabat.

Dalam suasana politik yang sering kali dipenuhi perdebatan, masyarakat membutuhkan figur dan kelompok yang mampu menghadirkan ketenangan, bukan sekadar memperbesar konflik.

Semangat perjuangan juga seharusnya berjalan beriringan dengan nilai kejujuran dan keberanian melawan praktik-praktik yang merugikan masyarakat.

Herfiansyah Radengkilo dan Semangat Pemberantasan Korupsi

Pesan tersebut menjadi semakin menarik ketika dikaitkan dengan sosok Herfiansyah Radengkilo, yang dikenal sebagai Wakil Ketua SABER Korupsi.

SABER Korupsi selama ini membawa isu pemberantasan korupsi dan pengawasan terhadap berbagai persoalan yang berkaitan dengan kepentingan publik. Dalam pemberitaan sebelumnya, Herfiansyah Radengkilo juga tercatat menyuarakan dorongan agar dugaan aktivitas pertambangan ilegal di Sulawesi Tengah mendapat perhatian pemerintah dan aparat penegak hukum.

Jika semangat Maulid Nabi dikaitkan dengan perjuangan antikorupsi, maka terdapat satu nilai penting yang dapat ditarik: *amanah*.

Korupsi pada dasarnya tidak hanya berkaitan dengan kerugian materi, tetapi juga menyangkut pengkhianatan terhadap amanah masyarakat.

Karena itu, nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dapat menjadi pengingat bahwa setiap jabatan, kekuasaan dan kepercayaan yang diberikan masyarakat merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan.

Politik Harus Tetap Menjaga Persaudaraan

Tahun 2026 memperlihatkan bahwa dinamika politik Indonesia terus bergerak. Perbedaan kepentingan, pilihan politik dan berbagai persoalan nasional tidak mungkin dihilangkan dalam sebuah negara demokrasi.

Namun, perbedaan tersebut tidak boleh berubah menjadi permusuhan.

Maulid Nabi mengajarkan bahwa kekuatan seorang pemimpin bukan hanya terletak pada kemampuannya memenangkan persaingan, tetapi juga pada kemampuannya menjaga persaudaraan setelah persaingan itu selesai.

Karena itu, pesan Relawan Militan Hidayat Lamakarate melalui slogan “SATU KOMANDO, SATU PERJUANGAN” dapat ditempatkan dalam perspektif yang lebih luas: membangun kebersamaan, menjaga persatuan dan mengarahkan energi perjuangan politik kepada sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat.

Menjadikan Maulid sebagai Momentum Perubahan

Pada akhirnya, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H hendaknya tidak berhenti pada ucapan dan seremonial.

Maulid adalah momentum untuk bertanya kepada diri sendiri: sudah sejauh mana nilai kejujuran, keadilan, kesederhanaan, kepedulian dan amanah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari?

Bagi dunia politik, pertanyaan itu menjadi semakin penting.

Sebab masyarakat tidak hanya membutuhkan pemimpin yang pandai berbicara, tetapi juga pemimpin yang mampu menjaga kepercayaan.

Tidak hanya membutuhkan pendukung yang solid, tetapi juga pendukung yang dewasa dalam menyikapi perbedaan.

Dan tidak hanya membutuhkan perjuangan politik, tetapi juga perjuangan untuk menciptakan kehidupan sosial yang lebih adil dan bermartabat.

Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW 2026 akhirnya menjadi pengingat bahwa di tengah riuhnya politik dan berbagai gejolak kehidupan bangsa, nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW tetap memiliki tempat yang sangat penting.


*Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H.*

Semoga momentum kelahiran Rasulullah SAW menjadi sumber inspirasi untuk memperkuat persaudaraan, menjaga persatuan, menegakkan kejujuran dan menghadirkan perjuangan yang benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat. (hjm)

 

*Relawan Militan Hidayat Lamakarate (MHL)*

“SATU KOMANDO, SATU PERJUANGAN.”

👁️ viewed 800