Hot Posts

8/recent/ticker-posts
KABAR PILIHAN

Dedi Mulyadi Masuk Bursa Duet Gibran 2029, Budi Arie Bicara Modal Politik dan Kedekatan dengan Jokowi

0 A Populisme dan Teknokrasi

HERO JURNAL MEDIA,- JAKARTA — Pembicaraan mengenai peta politik menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mulai bermunculan meski tahapan menuju kontestasi tersebut masih cukup panjang. Sejumlah nama mulai dikaitkan dengan kemungkinan pasangan calon, salah satunya Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM.

Dedi Mulyadi belakangan dikaitkan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam sebuah skenario politik untuk Pilpres 2029. Namun, hingga saat ini belum ada deklarasi maupun keputusan resmi dari kedua tokoh tersebut mengenai rencana berpasangan.

Wacana tersebut berkembang setelah muncul analisis mengenai potensi kekuatan elektoral Dedi Mulyadi. Nama KDM dinilai memiliki modal politik yang cukup besar karena gaya komunikasinya yang dekat dengan masyarakat.

KDM Dinilai Punya Modal Populisme dan Teknokrasi

Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi turut memberikan pandangan mengenai sosok Dedi Mulyadi. Dalam sebuah perbincangan, ia menyebut terdapat dua hal yang menjadi modal penting KDM, yakni populisme dan kemampuan teknokrasi.

Menurut Budi Arie, populisme diperlukan untuk memperoleh dukungan atau mandat dari masyarakat. Sementara itu, kemampuan teknokrasi berkaitan dengan kapasitas dalam menjalankan pemerintahan dan mengelola kebijakan publik.

Budi Arie menilai Dedi Mulyadi telah memiliki modal komunikasi dengan masyarakat tersebut.

"Rakyat butuh populisme. Dan itu sudah dapat dari KDM," ujar Budi Arie.

Pandangan tersebut muncul ketika pembicaraan mengarah pada kemungkinan perpaduan karakter politik antara Gibran dan Dedi Mulyadi. Namun, pernyataan itu tidak dapat diartikan sebagai pengumuman mengenai pasangan calon untuk Pilpres 2029.

Gaya Politik Dedi Disebut Memiliki Kemiripan dengan Jokowi

Dalam pembahasan yang sama, Budi Arie juga berbicara mengenai hubungan antara Joko Widodo dan Dedi Mulyadi.

Ia menyebut komunikasi antara keduanya masih terjalin. Budi Arie juga melihat adanya kemiripan gaya pendekatan politik, terutama dalam cara berkomunikasi secara langsung dengan masyarakat.

"Kalau mau jujur, langgamnya atau gayanya Pak KDM nyata mirip-mirip Pak Jokowi," kata Budi Arie.

Menurut dia, pendekatan yang dekat dengan masyarakat menjadi salah satu karakter yang terlihat pada Dedi Mulyadi.

Meski demikian, adanya komunikasi antara Jokowi dan Dedi Mulyadi tidak serta-merta menunjukkan bahwa mantan Presiden tersebut telah menentukan arah politik atau pasangan tertentu untuk Pilpres 2029.

Posisi Politik KDM Masih Menjadi Perhatian

Dedi Mulyadi saat ini merupakan kader Partai Gerindra dan menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat. Sebelumnya, ia dikenal sebagai kader Partai Golkar sebelum berpindah ke Gerindra.

Di tengah munculnya wacana duet dengan Gibran, turut beredar spekulasi mengenai kemungkinan Dedi bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Namun, isu tersebut belum menjadi keputusan politik resmi.

Karena itu, berbagai pembicaraan mengenai perpindahan partai maupun kemungkinan pencalonan Dedi sebagai pendamping Gibran masih berada dalam tahap wacana.

Budi Arie Ingatkan Politik 2029 Masih Sangat Dinamis

Budi Arie sebelumnya juga menegaskan bahwa konfigurasi politik menuju Pilpres 2029 belum dapat dipastikan. Menurut dia, masih banyak faktor yang dapat memengaruhi arah politik nasional dalam beberapa tahun mendatang.

Ia menggambarkan situasi politik 2029 sebagai sesuatu yang belum final karena berbagai kemungkinan masih dapat berubah.

Budi Arie juga mengatakan keberhasilan pemerintahan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan dinamika politik berikutnya. Menurutnya, pemerintah harus mampu bekerja dengan baik dan menjaga kepuasan masyarakat apabila ingin memperoleh dukungan untuk melanjutkan pemerintahan.

Pada kesempatan lain, Budi Arie menyatakan bahwa dirinya berharap pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dapat berlanjut untuk periode kedua. Namun, ia tetap menekankan bahwa peta politik 2029 masih terbuka.

Belum Ada Keputusan soal Duet KDM-Gibran

Wacana KDM-Gibran sejauh ini masih berupa pembicaraan politik dan analisis mengenai kemungkinan konfigurasi pada Pilpres 2029.

Belum terdapat deklarasi resmi dari Gibran Rakabuming Raka maupun Dedi Mulyadi yang memastikan keduanya akan maju sebagai pasangan calon.

Begitu pula dengan peran Joko Widodo dalam konfigurasi tersebut. Pernyataan mengenai komunikasi dan kemiripan gaya politik antara Jokowi dan Dedi Mulyadi belum dapat dijadikan bukti bahwa Jokowi telah menentukan pasangan politik untuk 2029.

Dengan waktu menuju Pilpres 2029 yang masih panjang, perubahan koalisi, komunikasi antarpartai, kinerja pemerintahan, serta dinamika politik nasional masih dapat memengaruhi peta pencalonan.

Karena itu, nama Dedi Mulyadi dan Gibran saat ini lebih tepat ditempatkan sebagai bagian dari berbagai skenario politik yang sedang berkembang, bukan sebagai pasangan calon yang telah ditetapkan. (**88**)

#DediMulyadi #KDM #GibranRakabuming #Pilpres2029 #Pemilu2029 #BudiArie #Jokowi #PolitikIndonesia #Pilpres2029 #DediMulyadiGibran

👁️ viewed 800