Hot Posts

8/recent/ticker-posts

Bertemu Gibran di Istana, Mahasiswa Beri Waktu 5 Hari untuk Tindak Lanjut Tuntutan


HERO JURNAL MEDIA,- Sekelompok mahasiswa yang baru saja bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wakil Presiden, Jakarta, memberikan batas waktu 5x24 jam kepada pemerintah untuk merespons berbagai tuntutan yang mereka sampaikan.

Mahasiswa yang berasal dari Universitas Bung Karno (UBK), Universitas MH Thamrin, dan Universitas Terbuka itu menegaskan bahwa mereka akan menggelar aksi lanjutan apabila dalam waktu yang telah ditentukan tidak ada perkembangan yang jelas dari pemerintah.

Ketua BEM Fakultas Hukum UBK, M. Abdi Maludin, mengatakan bahwa seluruh aspirasi mahasiswa telah disampaikan secara langsung kepada Wapres Gibran dalam bentuk memorandum yang berisi hasil kajian organisasi mahasiswa.

"Kami memberikan waktu 5x24 jam. Jika tidak ada realisasi atau tindak lanjut yang jelas, maka kami siap melanjutkan gerakan dan aksi berikutnya," ujar Abdi usai pertemuan.

Dalam memorandum tersebut, mahasiswa mengangkat tiga isu utama yang mereka nilai perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Isu pertama berkaitan dengan fiskal dan pendidikan. Mahasiswa meminta pemerintah mengevaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk melakukan audit anggaran secara terbuka. Mereka juga mendorong agar efisiensi anggaran negara dapat dialihkan untuk membantu biaya pendidikan, seperti subsidi UKT dan dukungan operasional perguruan tinggi.

Selanjutnya, pada bidang hukum dan supremasi sipil, mahasiswa mengusulkan agar dilakukan peninjauan kembali terhadap Undang-Undang Polri yang baru disahkan. Menurut mereka, evaluasi terhadap regulasi tersebut penting untuk memastikan perlindungan terhadap prinsip-prinsip demokrasi dan hak sipil masyarakat.

Sementara itu, dalam sektor ekonomi dan energi, mahasiswa menyoroti kondisi nilai tukar rupiah yang perlu dijaga stabilitasnya. Mereka juga meminta pemerintah meninjau ulang kebijakan kenaikan harga BBM Pertamax di sejumlah daerah karena dikhawatirkan berdampak pada daya beli masyarakat.

Mahasiswa menilai bahwa respons pemerintah terhadap tuntutan tersebut akan menjadi ukuran sejauh mana aspirasi publik benar-benar didengar. Jika hingga batas waktu yang ditentukan tidak ada perkembangan yang terlihat, mereka menganggap pemerintah telah mengabaikan suara masyarakat.

Pertemuan antara mahasiswa dan Wapres Gibran berlangsung di Istana Wakil Presiden pada Senin sore. Setelah diskusi yang berlangsung lebih dari satu jam, Gibran turut mengantar para mahasiswa hingga ke teras istana, menyalami mereka satu per satu, dan menutup pertemuan dengan sesi foto bersama. (hjm)

Posting Komentar

0 Komentar