Hot Posts

8/recent/ticker-posts

Gibran Ajak Mahasiswa Tinjau Daerah 3T, MBG Dinilai Penting bagi Wilayah Terpencil

 

Gibran Bawa Mahasiswa ke NTT dan Papua, Fokus pada Gizi Anak dan Kemajuan Pendidikan

HERO JURNAL MEDIA,- Ende – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, mengajak sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk ikut serta dalam rangkaian kunjungan kerja ke sejumlah wilayah di Indonesia bagian timur. Langkah tersebut dilakukan agar kalangan akademisi dapat melihat secara langsung kondisi masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), sekaligus meninjau pelaksanaan program-program prioritas pemerintah.

Kunjungan yang berlangsung pada 18–21 Juni 2026 itu mencakup beberapa provinsi, yakni Nusa Tenggara Timur (NTT), Gorontalo, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Selatan. Dalam agenda tersebut, Gibran turut membawa lima mahasiswa dari berbagai kampus untuk berdialog dengan masyarakat serta mengamati implementasi program pembangunan di daerah.

Saat berada di Desa Niowula, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, NTT, Gibran menegaskan bahwa pemahaman terhadap sebuah kebijakan publik tidak cukup hanya diperoleh melalui diskusi atau perdebatan di ruang akademik. Menurutnya, pengalaman melihat langsung kondisi lapangan menjadi hal penting sebelum memberikan penilaian terhadap program pemerintah.

Dalam dialog bersama warga, Wapres menyinggung adanya kritik yang sebelumnya disampaikan sebagian mahasiswa terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Oleh karena itu, ia sengaja mengajak perwakilan mahasiswa untuk menyaksikan secara langsung kondisi masyarakat di wilayah yang memiliki keterbatasan akses terhadap berbagai layanan dasar.

Menurut Gibran, daerah-daerah terpencil seperti yang berada di Kabupaten Ende justru menjadi wilayah yang sangat membutuhkan dukungan program pemenuhan gizi bagi anak-anak sekolah. Ia menilai keberadaan MBG dapat menjadi salah satu instrumen untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan generasi muda di kawasan tersebut.

Selain meninjau pelaksanaan MBG, Gibran juga mengecek kesiapan fasilitas pendukung, termasuk dapur penyedia makanan bergizi yang telah selesai dibangun namun belum beroperasi karena masih menunggu proses administrasi dan perizinan. Ia meminta agar seluruh tahapan yang masih tertunda dapat segera diselesaikan sehingga program dapat berjalan sesuai target.

Meski mendukung keberlanjutan MBG, Wapres mengakui bahwa pelaksanaannya masih memerlukan berbagai perbaikan. Ia menekankan pentingnya peningkatan tata kelola, efisiensi penggunaan anggaran, serta penguatan pengawasan guna mencegah penyimpangan dalam pelaksanaan program.

"Program ini perlu terus dievaluasi agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, terutama di wilayah yang paling membutuhkan," ujar Gibran dalam kesempatan tersebut.

Mahasiswa Nilai Program Pemerintah Perlu Diperkuat

Salah seorang peserta kunjungan dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Rapir Bena Martin, mengaku memperoleh perspektif baru setelah melihat langsung kondisi masyarakat di wilayah 3T.

Menurutnya, Program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih memiliki potensi besar untuk membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.

Ia menilai pemerataan pembangunan harus menjadi prioritas agar tidak terjadi kesenjangan antara masyarakat perkotaan dan warga yang tinggal di wilayah terpencil. Karena itu, program-program pemerintah yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat dinilai perlu mendapatkan perhatian khusus di daerah 3T.

Rapir juga menyatakan kesiapan kalangan mahasiswa untuk berkontribusi dalam memberikan masukan serta melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program pemerintah agar semakin efektif dan tepat sasaran.

Pemerintah Prioritaskan Pendidikan di Daerah Terpencil

Selain meninjau program sosial, Gibran juga menerima berbagai masukan terkait kondisi pendidikan di wilayah Ende. Warga menyampaikan sejumlah persoalan, mulai dari keterbatasan fasilitas sekolah hingga kesejahteraan tenaga pendidik, khususnya guru honorer.

Menanggapi aspirasi tersebut, Wapres memastikan bahwa pemerintah telah menyiapkan program revitalisasi sekolah yang akan difokuskan pada peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di berbagai daerah, termasuk wilayah 3T.

Ia menegaskan bahwa sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan akan masuk dalam prioritas perbaikan secara bertahap. Pemerintah juga disebut tengah melakukan pendataan terhadap kebutuhan tenaga pengajar guna memastikan kebijakan yang diambil dapat menjawab persoalan yang selama ini dihadapi para guru.

Terkait kesejahteraan guru honorer, Gibran menyampaikan bahwa isu tersebut telah menjadi perhatian pemerintah pusat dan masuk dalam pembahasan bersama kementerian terkait. Upaya peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik disebut menjadi salah satu agenda yang mendapat perhatian khusus dari Presiden Prabowo Subianto.

Melalui rangkaian kunjungan kerja ini, pemerintah berharap pelaksanaan berbagai program prioritas dapat berjalan lebih optimal sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan publik di kawasan Indonesia timur. (hjm)

Posting Komentar

0 Komentar